Kaleidoskop 2021: 5 Kebijakan Kontroversial Anies Baswedan, Tiba-tiba Lenyap karena Berdasar Mimpi?

Kaleidoskop 2021: 5 Kebijakan Kontroversial Anies Baswedan, Tiba-tiba Lenyap karena Berdasar Mimpi?
Keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan soal UMP DKI Jakarta 2022 menuai kontroversi. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

"Tentu yang namanya kami harus menghargai para seniman seni rupa yang membuat (tugu sepeda) dan para konsultan," kata Riza.

Pembangunan tugu sepeda ini pun menuai kritik, salah satunya dari Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gembong Warsono mengatakan pembangunan tugu sepeda itu tidak menggunakan perencanaan dan hanya berdasarkan mimpi.

"Kerja kalau tidak menggunakan perencanaan ya begitu, kan kerja ujug-ujug, tiba-tiba tadi malam mimpi mau bikin patung, besok diwujudkan patung," kata Gembong di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (14/4).

2. Tugu sepatu

Selain tugu sepeda, ada pula tugu sepatu yang dibangun Pemprov DKI Jakarta pada September 2021.

"Sepatu raksasa" ini dibangun di tiga titik wilayah Ibu Kota, yakni di area Stasiun BNI City Taman Dukuh Atas, Lapangan Banteng, dan Alun-Alun Velodrome.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengatakan pembangunan tugu tersebut hasil kolaborasi pihaknya dengan Jakarta Experience Board (JXB) brand sepatu lokal Compass.

Kaleidoskop 2021, berikut ini beberapa kebijakan kontroversial Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, ada yang disebut hanya berdasar mimpi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News