JPNN.com

Kangkangi Hasil Pemilu, Erdogan Copot Tiga Wali Kota Oposisi

Senin, 19 Agustus 2019 – 23:41 WIB Kangkangi Hasil Pemilu, Erdogan Copot Tiga Wali Kota Oposisi - JPNN.com

jpnn.com, ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali membuktikan bahwa dia adalah pemimpin yang menghalalkan segala cara demi menyingkirkan lawan politiknya. Dia bahkan tidak segan mengangkangi hasil pemilihan umum langsung yang notabenenya merupakan representasi suara rakyat.

Hari ini, Senin (19/8), pemerintah Turki mendepak tiga wali kota dari jabatannya atas tuduhan memiliki hubungan dengan kelompok bersenjata Kurdi. Di waktu yang bersamaan, otoritas keamanan Turki juga menangkap lebih dari 400 orang karena tudingan serupa.

Dikabarkan Al Jazeera, mereka yang didepak dari jabatannya adalah wali kota Diyarbakir, Mardin dan Van di Turki timur. Ketiganya merupakan anggota Partai Demokrat Rakyat (HDP) yang dipilih langsung oleh rakyat dalam pemilihan kepala daerah pada Maret lalu.

BACA JUGA: Di Depan Presiden Tiongkok, Erdogan Malah Lembek soal Muslim Uighur

Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ketiga wali kota tersebut dianggap telah menyebarkan propaganda atau menjadi anggota organisasi teroris.

Mereka juga dituduh telah mengalihkan uang dan sumber daya dari kota mereka untuk mendukung agenda Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang pemerintah.

Langkah yang diambil pemerintah Turki ini sebenarnya telah diperintatkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jauh-jauh hari. Dia telah berulang kali mengklaim bahwa HDP memiliki ikatan dengan PKK, yang telah berperang melawan negara Turki selama 35 tahun terakhir.

Erdogan pun telah memperingatkan menjelang pemilihan lokal nasional pada bulan Maret lalu bahwa pejabat yamg terpilih akan didepak dari jabatannya jika mereka ditemukan memiliki koneksi ke PKK.

Sementara itu, HDP membantah memiliki hubungan dengan PKK. Namun dalam beberapa kasus di masa lalu, HDP kerap muncul untuk mencoba menengahi pembicaraan damai antara para pejuang Kurdi dan pemerintah. (rmol/dil/jpnn)

Sumber RMOL.co

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...