Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air dan Sampel DNA Sudah Banyak Diterima Tim DVI, Kenapa Proses Identifikasi Lama?

Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air dan Sampel DNA Sudah Banyak Diterima Tim DVI, Kenapa Proses Identifikasi Lama?
Petugas SAR mengevakuasi kantong berisi jenazah dan serpihan dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Dermaga JICT 2, Jakarta. Foto: Ricardo/JPNN.com

"Jadi mengapa membutuhkan waktu, kenapa belum teridentifikasi, bisa saja nanti misalnya datanya sudah ada, tetapi ternyata data antemortem kami sudah dapatkan, profil DNA untuk antemortem sudah kami dapatkan, tetapi ternyata di postmortemnya tidak ada. Jadi belum juga bisa belum bisa teridentifikasi," ujar Ratna.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak pada Sabtu, pukul 14.40 WIB.

Pesawat diperkirakan jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Pesawat itu membawa penumpang 46 dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, pilot-kopilot, satu petugas keselamatan penerbangan dan tiga awak kabin.

Korban yang sudah teridentifikasi saat ini sudah berjumlah empat orang atas nama Okky Bisma, laki-laki usia 29 tahun, Fadly Satrianto, laki-laki usia 39 tahun. Kemudian, Khasanah, perempuan usia 50 tahun, serta Asy Habul Yamin, laki-laki usia 36 tahun.(cr1/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Ratna Relawati menjelaskan alasan proses identifikasi DNa berjalan lama.


Redaktur & Reporter : Dean Pahrevi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News