Selasa, 20 Agustus 2019 – 17:28 WIB

Kapal Ferry Pecah Dihantam Ombak

Senin, 23 November 2009 – 00:23 WIB
Kapal Ferry Pecah Dihantam Ombak - JPNN.COM

Foto : Tri/Batam Pos/JPNN

KARIMUN - Kapal Ferry Dumai Expres 10 milik PT Lestari Indoma Bahari yang berangkat dari Sekupang, Batam tujuan Dumai, tenggelam. Kapal ini pecah menjadi dua setelah dihantam gelombang diperkirakan setinggi 3-4 meter di Perairan Yu Kecil atau Takong Hiu yang berada di Kabupaten Karimun, atau sekitar 8 mil dari Pelabuhan Tanjungbalai Karimun. Lokasi tenggelamnya kapal, berada di 01. 12. 500 U dan 103. 20. 3.30 T.
  
Kapal naas ini tenggelam Ahad (22/11), sekitar pukul 09.30 WIB, atau satu setengah jam perjalanan dari Batam. Boru Tampubolon, salah seorang penumpang yang selamat, kepada Batam Pos (grup JPNN) menyebutkan, saat peristiwa pecahnya feri ini, dirinya duduk pada bagian bawah atau palka kapal. Saat itu, kata Boru Tampubolon kapal tiba-tiba saja menjadi oleng setelah dihantam gelombang.
  
Akibatnya, penumpang yang semula duduk tenang di dalam kapal, menjadi panik. Mereka langsung berdiri. Bahkan ada yang menangis, berteriak dan mengucapkan kalimat mengucapkan pujian kepada allah. "Sebelum kapal pecah, terlebih dulu dilambung ombak dan akhirnya  pecah pada bagian depan kapal dan air langsung masuk," ujarnya yang masih terlihat trauma.
  
Melihat kejadian ini, dia berusaha menyelamatkan diri dengan mengambil life jacket dan memegangnya. Begitu juga dengan penumpang yang lain terlihat panik semuanya. Apalagi dengan hitungan menit air masuk ke dalam kapal pada bagian depan. Melihat itu, penumpang yang berada di bagian depan kapal langsung berlarian ke belakang. Sebagian di antara mereka ada yang mengambil barang-barang dan life jacket yang berada di bawah kursi dan bagian plafon kapal. Akibatnya, kapal menjadi bertambah oleng. 
  
Dikatakan penumpang lain, sebelum kapal tenggelam, ABK kapal sempat memberikan petunjuk kepada penumpang, bahkan tiga buah sekoci pun sempat diturunkan untuk membantu penumpang. "Setelah dihantam gelombang, ada sekitar 15 menit, kapal mengapung sebelum akhirnya tenggelam ke dasar laut," ujarnya.
  
Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Edwin secara terpisah kepada Batam Pos menyebutkan, berdasarkan manifest jumlah penumpang yang ada di dalam Feri Dumai Expres 10 sebanyak 213 orang. Namun, berdasarkan keterangan dari nakhoda kapal, Johan Hutajulu yang selamat menyebutkan sebanyak 255 orang ditambah dengan 14 orang kru kapal. "Pengakuan nakhoda kapal yang selamat menyebutkan, pada saat kapal pecah dihantam ombak terjadi sekitar pukul 09.28 WIB. Dan, tenggelam pukul 10.00 WIB. Jadi, lebih kurang setengah jam kapal tenggelam," ujarnya.
   
Sebelumnya, Nahkoda kapal juga sempat meminta bantuan kepada petugas Pelabuhan Tanjungbalai Karimun dan memberitahu posisi mereka. Saat itu, informasinya mereka berada kurang satu 1 mil menjelang Takong Hiu.Mendapatkan informasi ini, petugas pelabuhan langsung memberikan bantuan. Kapal yang pertama diberangkatkan adalah kapal Ocean Indoma disusul kapal Baruna. Ketika itu, kedua kapal ini sedang merapat di ponton. "Kita langsung perintah kapal yang ada untuk berangkat dan memberikan bantuan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Cendra.
   
Setelah kapal ini berangkat, atau sekitar satu jam kemudian baru menyusul kapal Dumai Ekpres 8 yang baru membawa penumpang dari Batam tujuan Tanjungbalai Karimun. Bupati Karimun, Nurdin Basirun beserta rombongan yang sudah berada di ponton pelabuhan domistik, langsung naik ke kapal dan berniat untuk turun serta mengevakuasi penumpang. Perjalanan menuju lokasi yang berjarak sekitar 8 mil ini, cukup sulit, apalagi gelombang besar siap menghadang. Ketinggian diperkirakan mencapai 3-5 meter.
  
Akibatnya, Dumai Ekpres 5 pun harus memutar haluan menghindari gelombang. Melihat itu, Nurdin pun langsung mengambil alih mengendalikan kapal hingga sampai ke lokasi kejadian. Di sana sudah terlihat tiga kapal yang memberikan bantuan yakni milik Lanal Tanjungbalai, Baruna dan Ocean.
  
Tak hanya itu, satu sekoci bermuat penumpang yang selamat sedang coba dievakuasi oleh feri Baruna. Sekoci ini diikatkan menggunakan tali lalu ditarik mendekati kapal. Namun karena tingginya gelombang disertai angin kencang, hingga pukul 12.10 penumpang belum bisa dinaikkan ke atas kapal. Mereka baru bisa dievakuasi setelah kapal berukuran kecil milik PT Pelindo yang baru datang serta Lanal Tanjungbalai ikut membantu . Pasalnya, korban yang selamat tidak bisa naik ke atas kapal Baruna karena dihempas gelombang.
  
Begitu mereka berhasil dinaikkan ke atas Kapal Pelindo dan Lanal, penumpang yang selamat langsung dibawa ke Pulau mercu suar Takong Hiu yang dijaga TNI AL, di sana juga ada Pos AL. Jaraknya tak terlalu jauh jauh dari lokasi kejadian. Seluruh penumpang diturunkan di sana. Melihat Nurdin yang berada di atas kapal Dumai Ekpres lima langsung memanggil perahu nelayan yang berada di lokasi. Bersama lima orang anggota, mereka langsung menuju ke Pulau tersebut.
  
Setelah itu, sekitar 40 korban yang berhasil diselamatkan dinaikkan ke atas feri Baruna yang merapat ke dermaga Takong Hiu. Dan mereka langsung dibawa ke Tanjungbalai Karimun. Sementara itu, menurut Edwin, Sampai dengan saat ini, jumlah penumpang yang berhasil selamat dan dievakuasi ke darat sebanyak 218 orang, sedangkan korban yang meninggal sampai dengan pukul 18.30 WIB sudah tercatat sebanyak 23 orang,' ungkap Edwin yang turun langsung melakukan evakuasi ke lokasi kejadian.
 
Selain dibantu oleh kapal feri, penumpang yang selamat juga dibantu oleh kapal nelayan yang kebetulan berada di sekitar perairan tersebut. Mereka yang selamat langsung dibawa ke Pelambung, Pasir Panjang oleh nelayan setempat. Jumlahnya mencapai sekitar 40 orang. Total kapal nelayan yang membawa penumpang selamat ke Pelambung, mencapai lima unit kapal.
  
Dikatakan Edwin, Feri Dumai Expres yang berangkat dari Batam langsung Dumai 10 tidak over kapasitas. Karena, berdasarkan data yang ada, kapasitas kapal yang tenggelam tersebut sebanyak 265 orang.  Selain itu, alat keselamatan Dumai Expres 10 dapat berfungsi dengan baik. Seperti tiga unit life craft berhasil digunakan.
  
Data sementara yang dihimpun Batam Pos (grup JPNN), sebagian besar korban yang tewas tenggelam adalah 9 orang wanita dewasa dan satu orang pria dewasa. Kemudian, seorang bayi perempuan serta dua orang yang masih anak-anak ikut menjadi korban Feri Dumai 10. Sedangkan yang dirawat di RSUD sebanyak 13 orang. Selebihnya, dievakuasi ke Lanal TBK dan kediaman dinas Bupati Karimun yang langsung dijadikan posko. Terlihat para pimpinan unsur Muspida ikut membantu korban yang terkena musibah.
  
Informasi  yang dihimpun Batam Pos, salah satu korban yang ikut tewas termasuk Bohin alias Boeng, Bos Feri Dumai Expres yang berada di dalam  Dumai Expres 10. Dia ditemukan sekitar pukul 14.30 WIB oleh kapal Feri Dumai Ekpres 19 yang turun membantu mencari korban. Hal ini dibenarkan oleh Bahtiar, selaku Plh Syahbandar Tanjungbalai Karimun ketika  dikonfirmasi Batam Pos. "Memang benar Boeng, pemilik Dumai expres ikut menjadi korban dan sudah dievakuasi oleh Feri Dumai Expres 19 yang ikut melakukan pencarian korban," paparnya.
  
Selain Feri Dumai Expres 10 yang mengalami musibah, Feri Dumai Expres 15 dan Marina 10 yang dicarter penumpang dari Batam tujuan Moro untuk menghadiri perayaan Hari Khatina kandas terkena karang di perairan Pasai, Keban sekitar pukul 10.00 WIB. Sekitar 500 orang penumpang dari kedua kapal dibantu oleh kapal pompong nelayan dan speed boat untuk dievakuasi ke darat. Sedangkan, kedua kapal feri berhasil lepas dari karang setelah menunggu air laut pasang. Kedua kapal tidak melanjutkan perjalanan, melainkan pulang kembali ke Batam. (san/bni/jpnn/ara)
  
SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar