Kapal Pembawa Bantuan untuk Rohingya Dilempari Molotov

Kapal Pembawa Bantuan untuk Rohingya Dilempari Molotov
Sejak pekan lalu, sudah puluhan ribu etnis Rohingya mengungsi dari Negara Bagian Rakhine. Foto: AP

Juru bicara ICRC Graziella Leite Piccoli mengungkapkan, relawan akhirnya berdialog dengan massa. Mereka menegaskan, bantuan itu bukan hanya untuk warga Rohingya, tapi untuk siapa saja yang membutuhkan.

Massa akhirnya mau pergi dan meninggalkan kapal serta isinya. Tapi, hingga kemarin (21/9), kapal tersebut berada di Sittwe. ’’Pengiriman akan dilanjutkan,’’ terang Piccoli.

Di Bangladesh, truk yang disewa Palang Merah Bangladesh dan ICRC terguling ke sawah kemarin. Truk itu membawa bantuan untuk para pengungsi Rohingya yang baru datang.

Sembilan pekerja yang mendistribusikan bantuan tewas dan sepuluh orang lainnya mengalami luka-luka. Enam korban meninggal di lokasi, sedangkan tiga orang lainnya saat perjalanan ke rumah sakit. Korban luka juga dalam kondisi kritis.

Sementara itu, Wakil Presiden Myanmar Henry Van Thio mengungkapkan, pemerintah tengah menyelidiki kasus yang terjadi di Rakhine saat ini.

’’Bantuan kemanusiaan adalah prioritas utama kami. Kami berkomitmen memastikan bahwa sumbangan diterima semua yang membutuhkan tanpa diskriminasi,’’ terangnya saat berbicara dalam forum Rapat Umum PBB di New York Rabu lalu.

Di forum yang sama, Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa mereka akan mengucurkan bantuan tambahan untuk penduduk Rohingya yang melarikan diri dari Rakhine.

Besarnya mencapai USD 32 juta atau setara dengan Rp 426,1 miliar. Total bantuan AS untuk Rohingya mencapai USD 95 juta (Rp 1,3 triliun). Uang tersebut disalurkan lewat lembaga kemanusiaan internasional seperti International Organization for Migration, UNICEF, dan UNHCR. (Reuters/BBC/CNN/AlJazeera/sha/c22/any)


Sekelompok warga sipil Myanmar berusaha menghalangi penyaluran bantuan ke etnis Rohingya


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News