Kapolri Kirim Binmas Noken untuk Beri Pelatihan Warga Papua

Kapolri Kirim Binmas Noken untuk Beri Pelatihan Warga Papua
Binmas Noken saat melayani anak-anak Papua. Foto: Humas Polri

Selain itu, Eko mengatakan untuk pengembangan bidang pertanian juga sudah ada yang terimplementasi di daerah Sota Papua perbatasan antara Merauke dengan Papua Nugini.

"Sekarang wilayah disana subur dan dikunjungi banyak orang menjadi sebuah tempat yang menarik," katanya.

Eko mengatakan Binmas Polri juga sudah banyak menyentuh anak-anak melalui program Binmas sebagai guru pengajar (Polisi Pi Ajar).

Menurut dia, Polri menghadirkan ahli pendongeng untuk menghibur anak-anak di Papua.

"Mereka ini merupakan aset bangsa yang terabaikan, karena anak-anak di Papua kebanyakan merupakan korban kekerasan rumah tangga sehingga mereka punya trauma berkepanjangan. Jadi, kami mengajak anak-anak menjadi punya kenangan yang bagus dan indah dengan mendatangkan ahli-ahli bercerita (dongeng)," katanya.

Menurut dia, implementasi Binmas di Papua ini karena memang menjadi perhatian khusus oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian terhadap warga Papua.

Karena, ingin menyegarkan kembali konsep Binmas Pioneer sebagai satu metode soft approach Polri dalam membangun interaksi dengan masyarakat.

Sebab, kata Eko, masalah di Papua tidak bisa diselesaikan dengan cara penegakan hukum atau represif (hard approach) tapi perlu pendekatan soft approach (preventif dan preemtif). Tentu, pendekatan soft approach ini implementasi dari Undang-undang Nomor 2 Tahun 2003 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menaruh perhatian khusus untuk pendekatan masalah di Papua.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News