Karyono: Jangan Sekadar Teks Pidato Tanpa Aksi Nyata

Karyono: Jangan Sekadar Teks Pidato Tanpa Aksi Nyata
Presiden Jokowi dengan pakaian adat Badui. Foto: IG@jokowi

"Semua pejabat di bawah presiden yang diberikan kewenangan dan tanggung jawab harus memastikan semua arahan presiden berjalan sesuai yang diharapkan."

"Tidak boleh lagi terjadi kondisi yang bertolak belakang antara kebijakan dengan fakta di lapangan," katanya.

Dalam hal ini Karyono menilai sangat penting fungsi pengawasan ditingkatkan.

Selain itu, juga perlu ada sanksi tegas kepada pejabat yang berkinerja sangat buruk, terlebih bagi yang menyalahgunakan wewenang.

Karyono juga mengingatkan Presiden Jokowi dalam pidato kenegaraan sudah mengatakan dengan tegas tidak ada toleransi sedikit pun terhadap siapa pun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan di tengah situasi pandemi.

"Arahan presiden ini harus benar-benar menjadi pedoman pelaksanaan di lapangan."

"Tak kalah pentingnya, diperlukan dukungan dan sinergi antar-lembaga negara mensukseskan program pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi," katanya.

Esensi pidato kenegaraan yang lebih fokus membahas masalah penanganan pandemi COVID-19 beserta dampaknya selaras dengan situasi dan kondisi riil.

Karyono menyebut presiden dalam pidatonya juga mengulas skema kebijakan ekonomi di tengah pandemi dan pasca-pandemi.

Antara lain, menjaga ekuilibrium atau keseimbangan antara kesehatan masyarakat dengan masalah ekonomi, sosial dan sektor lainnya.

Menurut dia, skema manajemen keseimbangan dalam penanganan pandemi memang menjadi keniscayaan, bahkan sejumlah negara melakukan hal yang sama.

"Penanganan pandemi itu ibarat merawat bayi kembar siam. Semua aspek harus dirawat untuk menjaga agar tetap hidup," katanya.

Poin penting lainnya dari isi pidato presiden adalah persoalan kemandirian di bidang industri farmasi dan alat kesehatan. Presiden mengakui hal ini masih menjadi persoalan serius yang harus dipecahkan.

"Atas hal itu, saya berharap pemerintah serius mewujudkan kemandirian di bidang farmasi dan alat kesehatan serta mendorong kemandirian bangsa di bidang lainnya."

"Kemandirian bukan sekadar slogan tetapi menjadi kebutuhan, apalagi di tengah situasi sulit menghadapi pandemi," ujar Karyono.

Terlepas dari itu, dia pun sependapat dengan Presiden Jokowi bahwa di tengah dunia yang penuh disrupsi sekarang ini, karakter berani untuk berubah, berani untuk mengubah, dan berani untuk mengkreasi hal-hal baru, merupakan fondasi untuk membangun Indonesia Maju.

"Kita telah berusaha bermigrasi ke cara-cara baru di era Revolusi Industri 4.0 ini, agar bisa bekerja lebih efektif, lebih efisien, dan lebih produktif."

"Adanya pandemi COVID-19 sekarang ini, akselerasi inovasi semakin menyatu dalam keseharian kehidupan kita," pungkas Karyono.(Antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

Karyono berharap pidato yang disampaikan Presiden Joko Widodo tidak sekadar teks pidato tanpa aksi nyata.


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Sumber ANTARA

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News