Minggu, 24 Maret 2019 – 12:00 WIB

Kasihan, Puluhan Guru K2 Tertipu karena Ngebet Jadi PNS

Jumat, 12 Mei 2017 – 18:58 WIB
Kasihan, Puluhan Guru K2 Tertipu karena Ngebet Jadi PNS - JPNN.COM

Guru mengajar di kelas. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, BREBES - Keinginan para tenaga honorer untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) menjadi celah bagi penipu untuk beraksi. Di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, puluhan guru honorer tertipu iming-iming untuk dijadikan PNS dengan syarat bersedia menyetor uang.

Pelakunya adalah seorang guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengajar di sekolah dasar negeri (SDN) di Brebes. Korbannya ada 32 calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada seleksi Kategori Dua (K2) 2013 lalu. Oknum guru penipu itu diduga telah menerima uang hingga Rp 700 juta.

Salah seorang guru honorer yang menjadi korban, EW mengaku telah membayaran ke oknum PNS dalam sebanyak Rp 46 juta. Uang itu ditransfer dalam dua kali transaksi.

Pertama, dia mentransfer uang sebesar Rp30 juta kepada MT dan secara tunai ke saudara Ir sebesar Rp 16 juta. EW yang bekerja di salah satu SD di Kecamatan Jatibarang mengaku dijanjikan bakal lolos dalam seleksi CPNS K2 empat tahun silam.

Namun, hingga saat ini kabar gembira yang diharapkannya tak kunjung tiba. "Awalnya saya ditawari sama Ir yang kini menjadi guru PNS, katanya saya dijanjikan bisa lolos di CPNS 2013 silam," tuturnya kepada radartegal.com.

"Uang yang diminta oleh Ir katanya untuk digunakan sebagai pengurusan CPNS di Jakarta, karena dia (Ir) mengaku ada kenalan di sana," lanjutnya sembari menunjukan bukti transfer.

Dia menambahkan, dari 32 orang yang menjadi korban, hanya ada tiga orang termasuk dirinya yang berani membawa kasus itu ke ranah hukum. Pasalnya, forum mediasi yang digelar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Brebes untuk dua belah pihak tidak mencapai kesepakatan.

“Dari dinas menyarankan kepada Ir untuk mengembalikan uang saya. Tapi hingga saat ini belum ada sepeserpun yang dikembalikan," tuturnya.

SHARES
Sponsored Content
loading...
loading...
Komentar