Kasihan, Tiga Perawat ini Mendadak Diusir dari Indekos

Kasihan, Tiga Perawat ini Mendadak Diusir dari Indekos
Ilustrasi perawat di rumah sakit. Foto: Pixabay

jpnn.com, SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo langsung bertindak cepat merespons kabar tiga perawat RSUD Bung Karno Surakarta yang diusir pemilik indekos.

Ganjar langsung menelepon para perawat yang diusir tersebut dan meminta penjelasan kronologi kejadian sekaligus nomor telepon pemilik indekos yang diduga mengusir tiga perawat tersebut.

"Tadi langsung saya telepon ketiganya, Alhamdulillah semuanya sudah aman karena sudah dijemput pihak rumah sakit. Karena itu rumah sakit baru, jadi ada banyak ruangan yang kosong yang dipakai untuk mereka sementara," kata Ganjar.

Dia juga langsung menelepon pemilik indekos yang telah mengusir para perawat tersebut.

Saat ditelepon, pemilik indekos mengaku khawatir suaminya tertulari corona mengingat tiga perawat itu bertugas di rumah sakit yang menjadi rujukan pasien covid-19.

"Saya telepon pemiliknya, dia menangis dan minta maaf. Bahasanya dia tidak mengusir, hanya takut suaminya tertular. Saya heran kenapa bisa begitu, padahal si ibu pemilik kos ini adalah bidan," sambung Ganjar.

Sampai saat ini, lanjut Ganjar, tiga perawat yang diusir dari indekos itu dalam kondisi aman. Ketiganya sementara ini tinggal di rumah sakit dengan fasilitas yang ada.

"Edukasi memang harus kita tingkatkan untuk menghindari hal-hal semacam ini. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan tempat khusus yang dapat digunakan para tenaga medis untuk tinggal apabila terjadi hal serupa. Namun sebenarnya, kalau edukasi kepada publik sudah baik, tentu tidak akan terjadi hal semacam ini," tegas Ganjar.

Seorang bidan yang juga pemilik indekos mengusir tiga perawat yang menyewa kediamannya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News