JPNN.com

KASUM: Rekaman Kunci Pembunuhan Munir Ada di Polri dan Kejagung

Minggu, 30 Oktober 2016 – 14:18 WIB KASUM: Rekaman Kunci Pembunuhan Munir Ada di Polri dan Kejagung - JPNN.com
Aktivis KASUM, M Islah (pegang microphone) saat konferensi pers di kantor LBH Jakarta, Minggu (30/10). Foto: Fathra/JPNN

JAKARTA - Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM) mempertanyakan keberadaan chip berisi rekaman pembicaraan yang diduga kuat berkaitan dengan pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.

Menurut aktivis KASUM, M Islah, rekaman pembicaraan tersebut antara Polycarpus dan Muchdi PR yang ketika kasus tersebut terjadi, menjabat sebagai salah satu deputi di Badan Intelijen Negara (BIN).

Nah, pengusutan kembali kasus Munir dengan arsenikum bisa dilakukan Presiden Joko Widodo, dengan menjadikan rekaman tersebut sebagai bukti baru (novum) untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas Muchdi PR.

Sekaligus, menjadi anak tangga penyidikan keterlibatan pejabat BIN lain seperti rekomendasi Tim Pencari Fakta (TPF), yakni Hendropriyono dan As'ad Ali.

"Rekaman suara ini adalah pembicaraan dari 41 hubungan telepon antara Polycarpus dan Muchdi PR, yang menjadi temuan ketua tim Munir saat kembali dari Seatle, Komjen Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri (BHD), dan diakui ooleh pihak Kejaksaan Agung, baik secara langsung kepada KASUM maupun publik," kata M Islah, saat konferensi pers di kantor LBH Jakarta, Minggu (30/10).

Menurutnya, rekaman suara ini meskipun ada dan dikuasai polisi dan Kejaksaan Agung, serta disampaikan kepada KASUM, tapi tidak pernah digunakan dalam proses pengadilan terhadap Muchdi PR.

Walaupun sebelumnya dijanjikan oleh Direktur Pra Penuntutan Kejagung, Suroso, akan digunakan dalam persidangan.

"Rekaman suara ini menjadi salah satu bukti kunci keberadaan pejabat BIN dalam operasi pembunuhan Cak Munir. KASUM menilai kepolisian dan Kejagung menyembunyikan rekaman suara ini untuk menutup kasus Cak Munir," jelas Islah.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...
natalia