Kasus Penyerangan Polsek Ciracas: 17 Prajurit TNI Dipecat!

Kasus Penyerangan Polsek Ciracas: 17 Prajurit TNI Dipecat!
Prada M Ilham tersangka pelaku utama penyebaran berita bohong yang mengakibatkan penyerangan Polsek Ciracas yang dilakukan oleh 77 orang oknum prajurit TNI pada Agustus Tahun 2020 menjalani sidang pembacaan putusan di Pengadilan Militer II-8, Jakarta Timur, Kamis (29/4/2021). Foto: Puspen TNI

jpnn.com, JAKARTA - Kasus penyerangan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur, memasuki babak baru.

Sebanyak 17 prajurit TNI dipecat dari dinas kemiliteran karena terbukti secara sah terlibat dalam kasus tersebut.

"Dari 67 terdakwa yang telah menjalani persidangan, 16 orang dijatuhi hukuman pokok pidana penjara selama satu tahun dan hukuman tambahan dipecat dari dinas militer," kata Kepala Pengadilan Militer Utama Mayjen TNI Abdul Rasyid dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (24/5).

Satu terdakwa dijatuhi hukuman pokok penjara sebelas bulan dan hukuman tambahan dipecat dari dinas militer, sementara tiga terdakwa lainnya dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu tahun dan satu bulan.

Selain itu, kata Abdul Rosyid, sebanyak 13 terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu tahun, sebanyak 19 terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara selama sebelas bulan, dan 15 terdakwa dijatuhi hukuman pidana penjara sepuluh bulan.

Setelah melalui serangkaian sidang secara maraton, kata jenderal bintang dua ini, dari 67 terdakwa yang sudah diputus perkaranya, sebanyak 48 orang menyatakan menerima.

Sebanyak 15 terdakwa mengajukan upaya hukum banding dan empat terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Sementara itu, empat prajurit TNI Angkatan Darat yang ikut terlibat dalam kasus penyerangan Mapolsek Ciracas menjalani sidang putusan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin.

Sebanyak 17 prajurit TNI dipecat dari dinas kemiliteran karena terbukti secara sah terlibat dalam penyerangan Mapolsek Ciracas.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News