Kasus Perampokan Sadis yang Bunuh Dua Korban Terungkap, nih Orangnya

Kasus Perampokan Sadis yang Bunuh Dua Korban Terungkap, nih Orangnya
Penadah hasil perampokan sadis di Muba, Sumsel diringkus polisi. Foto: dokumen pribadi untuk sumeks.co

Polisi akhirnya berhasil meringkus Nazirin, 31, penadah hasil perampokan sadis yang menewaskan dua pekerja PT Pinago Utama, kontraktor proyek jembatan di Muba, Sumsel, Sabtu (21/9) lalu.

Tim gabungan Jatanras Polda Sumsel dipimpin AKP Robi Sugara SH meringkus warga Desa Muara Punjung, Kecamatan Babat Toman, itu diringkus Jl Sekayu-Lubuk Linggau, persisnya di Desa Ulak Tebarau.

Dari tangannya, polisi menyita ponsel milik korban Sayuti. “Pelaku mengaku kalau ponsel tersebut dibeli dari hasil curas dari salah seorang pelaku yang berinisial A (DPO),” terang kapolsek Babat Toman AKP Ali Rojikin, SH, MH.

Tersangka Zairin juga mengetahui bahwa pelaku yang melakukan perampokan tersebut berjumlah 5 orang dengan inisial S (DPO), A (DPO), R (DPO) dan Panji (19).

“Tersangka Panji, sudah diantar pihak keluarganya untuk menyerahkan diri pada Minggu (29/9) malam,” terang mantan Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau ini.

Tersangka Panji juga mengaku, dirinya diajak oleh pelaku inisial R untuk melakukan perampokan. Pelaku yang melakukan penembakan terhadap korban berinisial A, dan yang membawa senpira adalah S dan A.

“Tersangka Panji bersama inisial R tugasnya mengadang korban dari sebelah kanan tenda korban. Saat ini Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Babat Toman untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tukas Ali Rojikin.

Sebelumnya, kejadian kedua korban sedang tertidur di basecamp Devisi 1 Blok C27, Desa Sugi Waras, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Muba.

Polisi akhirnya berhasil meringkus Nazirin, 31, penadah hasil perampokan sadis yang menewaskan dua pekerja PT Pinago Utama, kontraktor proyek jembatan di Muba, Sumsel, Sabtu (21/9) lalu.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News