Kebijakan Usir Gipsi Bikin Panas Forum UE

Kebijakan Usir Gipsi Bikin Panas Forum UE
Kebijakan Usir Gipsi Bikin Panas Forum UE
BERLIN - Kebijakan kontroversial Presiden Prancis Nicolas Sarkozy membersihkan Kota Paris dari imigran ilegal memanaskan forum Uni Eropa (UE). Para pemimpin Eropa yang hadir dalam pertemuan rutin yang dihelat di Kota Brussels, Belgia, itu memberikan reaksi beragam terhadap kebijakan yang baru diterapkan di Prancis tersebut.

Selain itu, panasnya forum UE akibat kebijakan Sarkozy tersebut memanaskan hubungan Prancis dan Jerman. Sarkozy yang sempat berbincang dengan Kanselir Jerman Angela Merkel mengaku mendapat dukungan. Bahkan, perempuan 56 tahun itu disebut-sebut bakal menyusul langkah Sarkozy untuk membersihkan kampung imigran ilegal di Berlin.

Kemarin (17/9) Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle sampai harus turun tangan. Di hadapan media, dia menegaskan bahwa klaim Sarkozy soal rencana Merkel itu salah besar. "Itu semua salah paham. Kanselir memberitahukan perbincangannya (dengan Sarkozy) kepada saya. Dan, beliau tidak pernah mengatakan hal seperti itu," tandasnya seperti disiarkan stasiun radio Jerman Deutschlandfunk.

Westerwelle menjamin, Merkel tidak pernah melontarkan rencana mengusir para imigran ilegal yang di Eropa disebut kaum gipsi atau kaum roma tersebut. "Langkah tersebut (mengusir kaum gipsi) bertentangan dengan konstitusi Jerman. Kanselir tidak akan pernah melakukannya," imbuh politikus 48 tahun itu seperti dikutip Agence France-Presse.

BERLIN - Kebijakan kontroversial Presiden Prancis Nicolas Sarkozy membersihkan Kota Paris dari imigran ilegal memanaskan forum Uni Eropa (UE). Para

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News