Kecewa dengan Ridwan Kamil, K-SPSI Jabar Serukan Mogok Nasional

Kecewa dengan Ridwan Kamil, K-SPSI Jabar Serukan Mogok Nasional
Aksi demo di depan halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (30/11). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com, BANDUNG - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (K-SPSI) Jawa Barat menyerukan mogok nasional bagi buruh di Jabar.

Seruan itu menyusul keputusan Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang tidak mengindahkan permintaan buruh, yakni menolak penggunaan formula PP No 36 Tahun 2021 dalam penetapan Upah Minimum Kota Kabupaten (UMK) 2022.

Ketua K-SPSI Jabar Roy Jinto mengatakan keputusan Ridwan Kamil dalam penetapan UMK 2022 sangat menyakiti hati dan perasaan buruh Jabar.

Katanya, para buruh sudah berjuang berhari-hari memperjuangkan kesejahteraannya dengan harapan Gubernur Jabar tidak memakai PP 36/2021.

"Gubernur Jabar tidak menghargai proses-proses yang sudah dilalui di kabupaten/kota, di mana sebelum bupati/wali kota merekomendasikan usulan UMK kepada gubernur, sudah melalui pengkajian dan perdebatan yang panjang," kata Roy dikonfirmasi, Rabu (1/12).

Dia menyebut Ridwan Kamil tak punya nyali dalam menetapkan UMK sesuai harapan buruh.

"Hanya dengan alasan takut diberhentikan oleh Mendagri, demi mempertahankan jabatan, dia (Ridwan Kamil) mengorbankan buruh Jabar," jelasnya.

Padahal, sambung Roy, sudah jelas pada putusan Mahkamah Konstitusi (MK) amar nomor 7 menyatakan bahwa pemerintah tidak boleh mengeluarkan kebijakan program strategis dan berdampak luas.

K-SPSI Jabar menyerukan aksi mogok nasional bagi buruh, menyusul ditetapkannya UMK 2022 yang diteken Gubernur Ridwan Kamil.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News