Kedepankan Kolektivisme, KIB Tak Mau Bergantung pada Calon Populis

Kedepankan Kolektivisme, KIB Tak Mau Bergantung pada Calon Populis
Koalisi Indonesia Bersatu yang berisi Golkar, PAN, dan PPP. Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/pras

jpnn.com, JAKARTA - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Rahadjo Jati menilai Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) berusaha membangun semangat kebersamaan sebagai koalisi solid.

Dengan kata lain, lanjut Wasisto, KIB tidak mau sepenuhnya tergantung pada sosok populis sebagai alat katrol suara bagi koalisi.

“Parameter elektabilitas bukan diukur dari satu atau dua orang tokoh populis saja. Namun lebih karena kolektivisme sebagai sebuah koalisi yang solid,” kata Wasis saat dihubungi, Senin (6/6).

Wasisto menambahkan bahwa bisa saja nantinya KIB mengusung calon presiden dari internal. Misalnya saja, Zulkifli Hasan dan Airlangga Hartarto.

Namun, tambah dia, dengan catatan KIB konsisten berkomitmen untuk tidak tergoda dengan calon populis.

“Potensi nominasi capres internal itu dimungkinkan kalau semangat KIB adalah independensi dari calon populis,” kata Wasis lagi.

Untuk nama yang bakal diusung KIB, kata dia, KIB akan mematangkan lebih dulu soliditas di seluruh tingkatan struktur parpol koalisi. Setelah itu, baru akan dibahas tentang nama calon presiden dan calon wakil presiden.

“Perihal nama-nama tersebut sekiranya perlu dibicarakan di tahapan selanjutnya setelah koalisi ini sudah matang infrastrukturnya,” tutup dia.

Dengan kata lain, lanjut Wasisto, KIB tidak mau sepenuhnya tergantung pada sosok populis sebagai alat katrol suara bagi koalisi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News