Kejagung Diharapkan Proses Johnny G Plate Secara Transparan agar Terhindar dari Intrik Politik

Kejagung Diharapkan Proses Johnny G Plate Secara Transparan agar Terhindar dari Intrik Politik
Tersangka Menkominfo Johnny G Plate saat keluar dari gedung Jampidsus, Jakarta, Rabu (17/5). Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menyebutkan wajar jika publik menilai penetapan tersangka Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Jhonny G Plate sarat dengan intrik politik.

"Wajar kalau kemudian masyarakat berpersepsi bahwa penangkapan Johnny Plate rawan isu politik begitu. Makanya salah satu hal yang harusnya dilakukan oleh pemerintah untuk menepis isu ini adalah dengan transparansi hukum," kata Hendri Satrio kepada JPNN.com, Kamis (18/5).

Dia menyebutkan perlu ada transparansi hukum yang berjalan dan tidak boleh tebang pilih dalam kasus tersebut.

"Jadi, selama Jhonny Plate diproses ini memang transparan hukum yang berjalan dan tidak tebang pilih. Jadi, artinya tidak hanya NasDem misalnya disasar seluruh elemen itu diperiksa," lanjutnya.

Pria yang akrab disapa Hensat itu juga menyebutkan sejak Presiden Jokowi menjabat, sudah ada lima menteri yang terjerat kasus korupsi termasuk dari PDI Perjuangan.

Dia menilai orang nomor satu di Indonesia itu juga harus bertanggung jawab terhadap hal itu.

"Presiden harus melakukan evaluasi. Jadi, kalau dalam waktu dekat melakukan reshuffle bukan hanya tentang mengisi posisi Johnny Plate, tetapi juga melakukan evaluasi secara keseluruhan," pungkas Hensat.

Kejaksaan Agung menetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate sebagai tersangka dugaan kasus korupsi BTS pada Rabu (17/5) kemarin.  (mcr8/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Perlunya Kejagung mengedepankan transparansi hukum dan tidak boleh tebang pilih kasus.


Redaktur : Fathan Sinaga
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News