Kekuatan Oligarki Sudah Mengancam Eksistensi Pribumi

Kekuatan Oligarki Sudah Mengancam Eksistensi Pribumi
Eks Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Periode 2015-2020 Profesor Dr. Acmad Mubarok (tengah) bersama eks Menteri Kehutanan MS Kaban, Sultan Sepuh Jaenudin II dan sejumlah tokoh lainnya saat diskusi dengan tema "Priboemi: Bangkit atau Punah" di Jakarta, Rabu (27/4). Foto: Presidium Majelis Permusyawaratan Bumiputra Indonesia

jpnn.com, JAKARTA - Presidium Majelis Permusyawaratan Bumiputra Indonesia menggelar diskusi publik bertema ‘Priboemi: Bangkit atau Punah" di Jakarta, Rabu (27/4).

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam diskusi ini, di antaranya mantan Menteri Kehutanan M.S Kaban, eks anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Achmad Mubarok, eks anggota DPR RI Hatta Taliwang, Budayawan Ridwan Saidi, Sultan Sepuh Jaenudin II, eks anggota KPU RI Edwin H Sukowati, dan lain-lain.

Diskusi tersebut antara lain menyoroti kekuatan oligarki yang mengancam eksistensi pribumi baik dalam bidang ekonomi maupun politik.

Selain itu, diskusi juga secara khusus menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang makin memburuk dan tidak mendapat perhatian pemerintah untuk dilakukan perbaikan. Di antaranya persoalan kelangkaan minyak goreng.

Dalam konteks kekuatan oligarki di bidang politik, eks Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Periode 2015-2020 Profesor Dr. Acmad Mubarok mengaku pernah ditawari uang ratusan miliaran rupiah dari para oligarki agar Partai Demokrat mengusung calon yang dipastikan bakal kalah bertarung di Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu.

“Saat Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2017 lalu, saya pernah ditawari uang lima ratus miliar rupiah untuk saya pribadi dan tujuh triliun rupiah untuk partai,” papar Mubarok.

Syaratnya, lanjut Mubarok, asal Partai Demokrat mengusung calon yang dipastikan bakal kalah dengan calon yang diusung oleh para oligarki yang memiliki kepentingan bisnis di DKI Jakarta.

"Jadi, soal keterlibatan oligarki dalam menentukan sosok-sosok yang bakal diusung sebagai calon pemimpin di semua tingkatan wilayah, bahkan presiden, memang ada," kata Mubarok.

Diskusi tersebut antara lain menyoroti kekuatan oligarki yang mengancam eksistensi pribumi baik dalam bidang ekonomi maupun politik.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News