Kelakuan Bupati Meranti Muhammad Adil Dibongkar Anak Buah di Sidang Korupsi

Kelakuan Bupati Meranti Muhammad Adil Dibongkar Anak Buah di Sidang Korupsi
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil (tengah) tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (7/4/2023). Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil diterbangkan KPK ke Jakarta setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Kamis (6/4/2023) malam. ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat

jpnn.com, PEKANBARU - Kelakuan Bupati nonaktif Kepulauan Meranti Muhammad Adil yang diduga terjadi saat dia menjabat dibongkar anak buah yang bersaksi pada persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (25/10).

Kesaksian disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kepulauan Meranti Tarmizi.

Tarmizi menyebut atasannya itu sering meminta Rp 25 juta untuk setiap perjalanan dinas luar selain memotong 10 persen dari pencairan uang persediaan (UP) dan ganti uang (GU).

Hal itu dilakukannya sesuai perintah Bupati nonaktif Kepulauan Meranti tersebut.

"Uang tersebut saya serahkan dalam bentuk tunai di rumah dinas Pak Bupati," kata Tarmizi.

Sementara, Tarmizi menyebut biaya makan serta minum untuk Bupati Meranti Muhammad Adil telah dianggarkan, di luar dari uang yang diminta tersebut.

Saksi Tarmizi mengaku saat mendengar perintah tersebut dia sempat merasa jumlah yang diminta terlalu besar, tetapi Adil disebut tak peduli dan mengatakan 'Pandai-pandailah' kepada anak buahnya itu.

Sementara untuk GU, dia menyerahkan Rp 300 juta tiap pencairan berdasarkan perintah Muhammad Adil.

Kelakuan Bupati Meranti Muhammad Adil diungkap anak buah yang bersaksi di sidang korupsi. Konon Adil suka minta uang dalam jumlah besar.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News