Keluarga Cemara Pertahankan Ciri Khas Versi Sinetron

Keluarga Cemara Pertahankan Ciri Khas Versi Sinetron
Keluarga Cemara. Foto: Visinema Pictures

Penggambaran karakter cukup bagus. Ciri khas dari versi sinetron digabungkan dengan sisi lain yang baru dan belum ditunjukkan. ''Ini peran yang harus saya jaga karena sangat melegenda,'' kata Ringgo.

Abah masih digambarkan sebagai sosok yang bertanggung jawab. Namun, di versi film, Abah adalah sosok emosional yang agak rapuh. Sementara itu, Emak tetaplah sosok lemah lembut nan tangguh ketika menyesuaikan setting cerita awal kejatuhan keluarga.

Akting Zara dan Widuri sebagai pendatang baru patut diapresiasi. Zara sukses menampilkan Euis yang lebih kekinian dan ceria. Di sisi lain, Widuri cukup berhasil memerankan Ara kecil yang periang. Kalau penasaran, tonton saja filmnya yang mulai tayang kemarin, Kamis (3/1).

Tak berhenti di situ. OST Harta Berharga kembali mengalun dengan aransemen baru dan dibawakan Bunga Citra Lestari. Setelah menonton filmnya, lagu legendaris itu terngiang kembali. Harta yang paling berharga adalah keluarga... (len/c18/nda)


Mereka yang besar pada era 1990-an tentu tak asing dengan sinetron Keluarga Cemara. Untuk mengobati rasa kangen, versi baru kini tayang di bioskop


Redaktur & Reporter : Adil

Sumber Jawa Pos

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News