Kemah 100 Hari di Sarang Cicak

Kemah 100 Hari di Sarang Cicak
Kemah 100 Hari di Sarang Cicak
JAKARTA -- Sudah 22 hari, sejumlah mahasiswa menggelar aksi keprihatinan dengan menginap di sebuah tenda di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Selain sebagai bentuk pembelaan terhadap KPK, aksi juga dilakukan sebagai tekanan agar kasus skandal Bank Century diusut tuntas. "Kami tidak akan pergi dari sini sebelum kasus Century dituntaskan. Presiden harus tegas," ujar Danu, mahasiswa semester III jurusan Tafsir Hadits, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, saat JPNN menemuinya, Selasa (24/11).

Di dalam tenda tempat Danu dkk menginap, terdapat sebuah televisi kecil, sejumlah bantal kucel, beberapa sepan dan kaus yang berserakan. "TV itu untuk kami memantau berita soal kasus Century dan kasus Chandra-Bibit. Kami tak mau KPK dilemahkan," imbuh Danu.

Danu bercerita, meski mereka melakukan aksi menginap dan mogok makan, kuliah tidak ditinggalkan. Orang tua pun tidak lupa diberitahu bahwa mereka 'berkemah' di depan kantor KPK. Orang tua tak keberatan mereka melakukan aksi demo dan mogok makan, asalkan tujuannya untuk melanjutkan perjuangan reformasi. "Orang tua kami tidak marah, malah ayah saya jadi korlap di Pariaman."

Ayah Danu adalah Bagindo Aulia Sulaiman. Dia menjadi koordinator lapangan untuk penyaluran bantuan bagi korban gempa di Pariaman, Sumatera Barat. Saat gempa dahsyat berkekuatan 7,6 skala richter menggoncang ranah minang, rumah ayah Danu ikut ambruk. "Rumah kami dekat pantai, jadi ikut habis. Tapi kami tetap bersyukur karena tidak ada korban nyawa," ujar alumni MA Sunan Luhuda, Sukabumi, Jawa Barat itu sedikit bertutur.

JAKARTA -- Sudah 22 hari, sejumlah mahasiswa menggelar aksi keprihatinan dengan menginap di sebuah tenda di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News