Kembali ke Iran, Atlet Panjat yang Copot Jilbab Disambut Bak Pahlawan

Kembali ke Iran, Atlet Panjat yang Copot Jilbab Disambut Bak Pahlawan
Elnaz Rakabi tampil tanpa jilbab dalam kompetisi panjat dinding di Korea Selatan beberapa waktu lalu. Aksinya itu melanggar hukum Iran yang mewajibkan perempuan untuk menutupi rambut mereka dengan jilbab, bahka saat berada di luar negeri. Foto: Reuters

jpnn.com, TEHRAN - Massa berkumpul di bandara Teheran pada Rabu (19/10) untuk menyambut kepulangan atlet panjat dinding Iran yang berlaga tanpa mengenakan jilbab dalam sebuah kompetisi di Korea Selatan.

Elnaz Rekabi mendadak dianggap pahlawan oleh publik yang frustrasi dengan cara pemerintah menerapkan aturan wajib berjilbab.

Atlet 33 tahun itu telah menjelaskan bahwa jilbabnya terlepas secara tidak sengaja, bukan bagian dari aksi protes.

Namun, publik yang sudah terpukau sosok Rekabi menolak percaya penjelasan tersebut. Sebagian bahkan curiga dia terpaksa mengarang cerita karena ditekan pemerintah.

Wanita Iran diwajibkan untuk menutupi rambut mereka dengan jilbab dan lengan dan kaki mereka dengan pakaian longgar. Atlet wanita juga harus mematuhi aturan ketika mereka resmi mewakili Iran dalam kompetisi di luar negeri.

Rekabi terbang sebelum fajar pada hari Rabu dari Korea Selatan, tempat dia berkompetisi di Kejuaraan Asia IFSC.

Keluarganya menemuinya di bandara, di mana dia dipeluk dan diberikan beberapa ikat bunga. Dia menutupi rambutnya dengan topi baseball hitam dan hoodie.

Video di media sosial menunjukkan ratusan pendukung di luar terminal bertepuk tangan dan meneriakkan "Elnaz adalah pahlawan wanita" ketika dia tiba.

Elnaz Rekabi langgar aturan jilbab Iran saat berlaga dalam kejuaraan panjat dinding di Korea Selatan baru-baru ini. Kini dia dielukan sebagai pahlawan rakyat

Sumber BBC

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News