Kembangkan Jagung di Lahan Marginal, FAO Siap Bersinergi Dengan Kementan

Kembangkan Jagung di Lahan Marginal, FAO Siap Bersinergi Dengan Kementan
FAO mulai tahun 2017 siap bersinergi dengan Kementan dalam rangka pengembangan jagung di lahan marginal di NTT dan NTB. Foto: Humas Kementan for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur sekaligus Koordinator Program Upaya Khusus (UPSUS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ani Andayani mengatakan lembaga pangan dunia yaitu Food Agriculture Organization (FAO) mulai tahun 2017 siap bersinergi dengan Kementan dalam rangka pengembangan jagung di lahan marginal di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dan membangun lumbung pangan di wilayah perbatasan.

Sinergi ini melalui Program UPSUS yang didukung oleh model Conservation Agriculture yang tengah diimplementasi FAO untuk menjaga keberlanjutan kesuburan tanah.

"Kemarin konsultan FAO datang ke Kementan, menyampaikan bahwa Program UPSUS peningkatan produksi jagung di NTT sangat cocok disinergikan dengan model Conservation Agriculture yang dijalankan FAO. Program UPSUS merupakan wadah yang tepat untuk mengimplementasikan model tersebut, sehingga hasilnya dapat dilihat langsung dari pemanfaatan lahan marginal dan besarnya produksi jagung," kata Ani di Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Model Consevation Agriculture bertujuan meningkatkan kesuburan tanah melalui optimasi kelembaban tanah, efisiensi pemanfaatan air tanah, penggunaan bahan organik untuk kesuburan tanah.

Oleh karena itu, menurut Ani, sinergi Kementan dengan FAO ini sangat positif untuk penerapan inovasi dan teknologi bagi pelaksanakan Program UPSUS peningkatan produksi jagung di NTT dan NTB yang lahan pertaniannya relatif kurang subur dan banyak memiliki lahan terlantar atau dikenal lahan marginal.

"Karena itu, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Kementan yang bekerja sama langsung dengan FAO dapat mengsinergikan model Conservation Agriculture untuk pengkayaan inovasi dan teknologi yang dihasilkan, sehingga lahan marginal dapat dimanfaatkan sepenuhnya khususnya untuk menghasilkan jagung menuju swasembada" jelasnya.

Konsultan FAO, Joseph Viandrio mengatakan sinergi model Conservation Agriculture dengan Program UPSUS merupakan langkah yang tepat untuk mempercepat pencapaian swasembada jagung.

Ia mengungkapkan Program UPSUS khususnya di NTT berhasil meningkatkan pengembangan produksi jagung.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur sekaligus Koordinator Program Upaya Khusus (UPSUS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ani Andayani

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News