Kemendikbudristek dan TNI AD Makin Kompak, Nih Buktinya

Kemendikbudristek dan TNI AD Makin Kompak, Nih Buktinya
Prajurit TNI AD dilatih menjadi guru di daerah 3T. Ilustrasi foto. Foto : Ricardo

Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Dirjen GTK Kemendikbudristek dengan TNI AD telah bersinergi dalam memberikan pelatihan pedagogik.

Perpanjangan kerja sama kali ini tertuang melalui Nota Perjanjian Kerja Sama Nomor KERMA 13/IV/2022 tanggal 19 April 2022, tentang Penguatan Kompetensi Pedagogik kepada Personel TNI AD yang melaksanakan tugas pada satuan pendidikan di daerah 3T.

Karmin menambahkan, kerja sama ini dilakukan atas kesadaran bahwa menyelenggarakan pendidikan bukan hanya tugas Kemendikbudristek saja namun juga tugas TNI AD. 

“Kewajiban kami adalah sama-sama melaksanakan tugas utama yaitu tujuan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," terangnya. 

Karmin Suharna menyebutkan, terdapat sekitar 4.500 personel dari seluruh batalion TNI AD yang telah diberikan pembekalan dasar dalam mengajar berdasarkan kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan sehingga dapat dimanfaatkan dengan maksimal bagi pelayanan masyarakat  terutama di daerah perbatasan.

Hal ini merupakan tantangan, karena kondisi lingkungan yang rawan akan gangguan dan kurangnya tenaga pengajar yang memadai. 

"TNI AD sebagai bagian integral dari pemerintahan eksklusif bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya telah mengambil peran dalam mengambil solusi dari berbagai permasalahan yang ada," pungkas Karmin Suharna. (esy/jpnn)

Kemendikbudristek dan TNI AD makin kompak. Ini dibuktikan dengan kerja sama yang dilakukan keduanya.


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News