Kemendikbud: Perpustakaan di Sekolah Hanya jadi Gudang Buku

Kemendikbud: Perpustakaan di Sekolah Hanya jadi Gudang Buku
Plt Kepala Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno. Foto tangkapan layar YouTube

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menilai fungsi perpustakaan di sekolah hingga kini belum optimal.

Padahal, perpustakaan mestinya bisa menjadi sarana meningkatkan kemampuan anak didik.

"Perpustakaan di sekolah masih seperti gudang penyimpanan atau koleksi buku. Ini dijumpai hampir di semua sekolah," kata Plt Kepala Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno dalam Rakornas bidang Perpustakaan 2021 secara virtual, Senin (22/3).

Hal ini ironis mengingat jumlah perpustakaan di Indonesia terbanyak kedua di dunia setelah India. Total ada 164 ribu perpustakaan yang tersebar di seluruh nusantara. 

"Salah satu pemicu tidak optimalnya perpustakaan di sekolah karena waktu istirahat yang singkat," tambahnya.

Siswa di sekolah hanya diberi kesempatan istirahat 15 menit sehingga tidak sempat berkunjung ke perpustakaan.

Hal ini ditambah lagi dengan kurangnya koleksi bacaan yang sesuai dengan generasi zaman sekarang. Juga manajemen pengelolaan yang buruk.

"Itu belum lagi dikurangi kegiatan lainnya. Sehingga perpustakaan hanya menjadi tempat mengerjakan tugas," ujarnya.

Plt Kepala Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud Totok Suprayitno menyayangkan perpustakaan di sekolah hanya jadi tempat siswa bikin tugas, bukan membaca.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News