Kemenhub Ambil Alih Pemeriksaan 23 Satpol PP Ngada

Kemenhub Ambil Alih Pemeriksaan 23 Satpol PP Ngada
Satpol PP. Foto: Dok

"Senin (23/12) lalu, para Deputi Kemen BUMN sudah rapat dan Wakil Menteri. Mereka sudah memutuskan hasil dari usulan proposal rencana bisnis Merpati," ujarnya di Jakarta kemarin (29/12).

Dia mengungkapkan, pihak kementerian BUMN sudah memberikan persetujuan terhadap skema Kerjasama Operasional (KSO) dengan pihak lain. Dari keputusan tersebut, pihaknya pun sudah berkomunikasi dengan Kementerian Koordinator Ekonomi (Kemenko). "Saya sudah mendapat lampu hijau dari Kemenko bahwa Merpati jangan ditutup. Besok saya laporkan proposalnya," ujarnya.

Saat ini, dahlan mengaku sudah ada 15 investor yang berminat menjadi mitra maskapai pelat merah ini. Dari total investor itu, 10 perusahaan merupakan perusahaan nasinal. Alasan banyak yang melirik Merpati itu dikarenakan jaringan, sumber daya manusia, hingga fasilitas perawatan pesawat yang cukup baik. "Mereka tetap mencari peluang bisnis. Sebab, Merpati punya network dan service maintenance bagus. Hal itulah yang sebenarnya diperlukan pada perusahaan penerbangan," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Ekonomi Hatta Rajasa juga turut menunggu proposal dari Kementerian BUMN. Menurutnya, pemerintah punya waktu satu bulan untuk memfinalisasi rencana bisnisnya ke depan. "Kalau rencana bisnisnya tidak masuk akal, pemerintah suruh bailout Rp 6,7 triliun ya tidak kuat. Tapi kalau business plan-nya masuk akal kami akan setujui," jelasnya. (dod/bil)


JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan telah mengambil alih peran polisi dalam pemeriksaan terhadap 23 personil Satuan Polisi Pamong


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News