Sabtu, 23 September 2017 – 00:03 WIB

Kemenpar Gelar Famtrip & Workshop Pemasaran Banten 7 Wonders

Selasa, 12 September 2017 – 10:20 WIB
Kemenpar Gelar Famtrip & Workshop Pemasaran Banten 7 Wonders - JPNN.COM

Kawasan Pantai Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, ANYER - Langkah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk menggenjot kunjungan wisatawan terus berlanjut. Yang terkini, kementerian di bawah komando Arief Yahya itu menggelar Famtrip dan Workshop Strategi Pemasaran Paket Wisata Banten 7 Wonders di Hotel Jayakarta, Anyer, Banten, 6-7 September 2017.

Kemenpar bersama Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Banten menyelenggarakan acara itu untuk menggandeng stakeholder pariwisata di seluruh provinsi hasil pemekaran dari Jawa Barat itu untuk bersinergi dalam menjual paket-paket wisata. Tujuannya adalah menarik wisatawan ke destinasi-destinasi yang menjadi unggulan di Banten.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti mengatakan, Provinsi Banten yang memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung merupakan salah satu kawasan wisata nasional yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemerintah pusat akan membantu secara optimal agar masyarakat sekitar bisa merasakan manfaatnya.
 
"Ini akan menjadi sinergi yang bagus antara Tanjung Lesung dan Banten 7 Wonders yang menjadi unggulan wisata Banten juga. Karena apa yang ada di Banten 7 Wonders ini sangat lengkap baik atraksi, budaya, alam, sejarah, bahari, dan banyak lagi akan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang datang ke Tanjung Lesung. Begitu juga sebaliknya," kata Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Perjalanan Insentif Kemenpar Hendri Karnoza. 
 
Workshop hari pertama berlangsung menarik. Banyak interaksi antara narasumber dengan 126 peserta workshop.

Selain Esthy, narasumber dalam kegiatan itu adalah Sekjen DPP Asita Rusmiati dan person in charge (PIC) Destinasi Prioritas Tanjung Lesung Ida Irawati.  Saking serunya, di acara itu secara spontan diadakan lomba membuat paket wisata menarik untuk Banten dengan hadiah tiket pesawat pulang pergi dari Banten ke Lombok, NTB.

Sontak saja para peserta sangat antusias mengikuti lomba dadakan ini. Peserta dibagi ke dalam lima kelompok. Mereka penuh semangat membacakan paket-paket wisata menarik.

Bahkan, meski workshop berakhir hingga pukul 22.00 WIB, jumlah peserta tidak surut. Keesokan harinya, peserta diajak famtrip ke sejumlah lokasi yang ada Banten. 
 
Esthy menjelaskan, Banten sudah sepatutnya bangga karena memiliki 7 Wonders yang sudah dikenal banyak orang. Masyarakat Banten juga memiliki akar agama yang kuat dan memiliki budaya asli yang masih eksis sampai saat ini sehingga menjadi destinasi wisata religi dan budaya. 
 
"Daya tarik Banten menjadi lebih lengkap dengan adanya taman nasional yang berada di ujung selatan Banten, tempat di mana habitat hewan langka dilestarikan. Belum lagi pantai-pantainya yang indah. Sehingga akan menjadi mudah dan menarik bagi pelaku industri pariwisata untuk menjual paket-paket wisata di Banten 7 Wonders,” jelas Esthy.  
 
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati yang hari itu berperan sebagai moderator mengatakan, workshop seperti ini sangat dibutuhkan bagi pelaku industri pariwisata di daerahnya. Dengan mendapatkan pemaparan materi yang bagus dan sharing, pelaku industri pariwisata makin percaya diri dalam menjual paket-paket wisata Banten 7 Wonders. 
 
"Semua harus bersinergi dalam dalam memasarkan wisata Banten. Dengan seringnya pembekalan seperti kegiatan sekarang ini, maka mereka akan semakin percaya diri dalam menjual paket-paket wisata Banten," ujar Eneng. 
 
Sementara Ketua ASITA Banten Mukhlis Ikhsor Gatot mengatakan, Famtrip dan Workshop ini bertujuan menyatukan semua stakeholder di wilayah Banten agar bersatu untuk saling menguntungkan dari berbagai sektor. Semua akan bekerja sama dalam mendatangkan wisatawan ke wilayah Banten. 
 
"Banten memiliki segalanya. Promosi sudah digencarkan baik dari pusat maupun daerah. Sekarang saatnya lebih gencar menjual Banten ke luar. Harus ada simbiosis mutualisme untuk saling menguntungkan," ujar Mukhlis.
 
Yang dimaksud Mukhlis adalah semua sektor seperti hotel, persewaan kendaraan, UMKM dan sebagainya harus bisa menjual paket-paket wisata. Nantinya, bisa diinformasikan ke pelaku travel agent untuk dieksekusi bila ada calin wisatawan. 
 
"Dengan begitu, akan terjadi share ekonomi di semua sektor, karena mereka akan mendapat fee dari agensi. Begitu sebaliknya, bila agensi mempunya rombongan wisatawan, bisa diarahkan ke hotel-hotel mereka, diarahkan belanja di UMKM, sewa mobilnya ke mereka. Jadi semuanya mendapatkan manfaatnya," ujar Mukhlis. 
 
Mukhlis manambahkan, sejak ditetapkannya Tanjung Lesung sebagai satu dari 10 destinasi prioritas pariwisata pemerintah, Banten diharapkan bisa meningkatkan 100 persen kunjungan wisatawan pada tahun ini.
 
"Jurusnya, ya itu tadi, melalui kerja sama antara pelaku bisnis dalam dan luar negeri. Ini bisa meningkatkan peran industri wisata untuk kesejahteraan masyarakat Banten," ujarnya.
 
Untuk diketahui, Banten tidak hanya memiliki destinasi wisata yang indah. Sebab, masyarakat Banten juga memiliki akar agama yang kuat dan budaya asli yang masih eksis sampai saat ini.

Hal ini bisa menjadi destinasi wisata religi dan budaya. Daya tarik Banten menjadi lebih lengkap dengan adanya Taman Nasional yang berada di ujung Selatan Banten, tempat dimana habitat hewan langka dilestarikan.
 
Banten 7 Wonders ini antara lain Banten Lama, Taman Nasional Ujung Kulon, Pulau Sangiang, Suku Baduy, Pulau Umang, Gunung Krakatau dan Rawadano. Situs sejarah Banten Lama merupakan sisa kejayaan Kerajaan Islam Banten pada Abad ke-16.

Situs sejarah Banten Lama ini terletak di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Di kawasan situs sejarah tersebut, wisatawan bisa mengunjungi Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lamayang, Keraton Surosowan, Masjid Agung, Benteng Speelwijk, Vihara Avalokitesvara, Istana Kaibon, dan Pelabuhan Krangantu.
 
Sedangkan Taman Nasional Ujung Kulon yang terdiri dari Pulau Peucang, Panaitan, Handeuleum, Taman Jaya dan Gunung Honje Utara merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka Badak Jawa atau dikenal Badak Bercula Satu dan satwa langka lainnya.
 
Pulau Sangiang adalah Taman Wisata Alam yang terletak di Selat Sunda 10 Km dari Pantai Anyer. Pulau Sangiang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama yang menyukai wisata bahari.
 
Keberadaan Suku Baduy dan Cisusang juga jadi daya tarik tersendiri. Suku Baduy yang bermukim di areal seluas 5.101 ha di Desa Kanekes, Leuwidamar atau sekitar 38 km dari Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.

SHARES
loading...
loading...
Masukkan komentarmu disini