Kementan Beserta Program Andalannya Siapkan Strategi dan Adaptasi Hadapi El Nino

Kementan Beserta Program Andalannya Siapkan Strategi dan Adaptasi Hadapi El Nino
Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Bustanul Arifin Caya (kiri) di acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 25, bertemakan Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dalam Antisipasi El Nino, Selasa (27/6). Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Ketika terjadi El Nino maka wilayah Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan yang menyebabkan kemarau panjang.

El Nino merupakan fenomena memanasnya suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian tengah hingga timur.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong para petani membuat Indonesia menjadi negara paling kuat dalam menghadapi ancaman El Nino maupun krisis global dunia.

Mentan Syahrul juga meminta kepada jajarannya yang berada di lapangan untuk membantu para petani yang kesulitan dan meminta persiapan dari semua daerah di seluruh Indonesia untuk menghadapi El Nino.

“Semua pihak harus bergerak melakukan kolaborasi, adaptasi dan antisipasi terhadap berbagai tantangan yang ada. Termasuk dalam menghadapi cuaca ekstrem El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Agustus mendatang,” tegas Mentan Syahrul.

Senada dengan Mentan Syahrul, Kepala Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa sejak awal tahun ini BMKG telah menyampaikan bahwa mulai bulan Mei akan terjadi El Nino dan ini akan berdampak pada sektor pertanian.

"BMKG sudah memperingati kita, jika pada Mei dan Juni merupakan El Nino lemah, sedangkan pada Agustus merupakan puncak El Nino. Maka pertanian tidak boleh bersoal karena manusia punya akal untuk mengantisipasi kekeringan yang melanda sektor pertanian,” kata Dedi.

Dalam acara Ngobrol Asyik (Ngobras) Volume 25, bertemakan Program Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dalam Antisipasi El Nino, Selasa (27/06/2023) di AOR BPPSDMP, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Bustanul Arifin Caya mengatakan dengan terbatasnya curah hujan berarti harus diantisipasi, di antaranya dengan melakukan efisiensi dalam penggunaan air.

Ketika terjadi El Nino maka wilayah Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan yang menyebabkan kemarau panjang.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News