Kementan dan Mitra Sepakat Menyerap 16.000 Ton Gabah Petani di Pati

Kementan dan Mitra Sepakat Menyerap 16.000 Ton Gabah Petani di Pati
Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melakukan panen raya. Foto dok: Humas Kementan RI.

"Kami pastikan petani tidak mendapat harga yang anjlok, pastinya menguntungkan. Pemerintah daerah bersinergi dengan mitra yang dibantu Kementerian Pertanian berkomitmen agar panen raya padi ini sesuai harapan petani," ucapnya.

Terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi menyebut upaya pemerintah untuk mengambil langkah kebijakan strategis saat musim panen raya dilakukan dengan menerjunkan tim ke daerah yang harga gabahnya di bawah HPP.

Suwandi optimistis Kostraling bersama Bulog dan mitra lainnya dapat menyerap gabah petani dengan harga wajar sesuai standar mutu yang ditetapkan. "Sesuai arahan Mentan SYL bahwa harus segera dibentuk tim terpadu sebagai wujud respon keluhan petani saat ini," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Suwandi, kelompok tani yang telah mendapat bantuan alsintan pascapanen dapat memanfaatkan peralatan itu secara maksimal.

"Seperti dryer, combine harvester dan RMU (rice milling unit) untuk meningkatkan kadar mutu gabah nantinya," ucap Suwandi. (cr3/jpnn)

Kementerian Pertanian (Kementan) telah membuat komitmen bersama berupa kesepakatan untuk menyerap gabah kering giling sebanyak 16.000 ton di Kabupaten Pati, Jawa Tengah Periode Maret dan April


Redaktur & Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News