Kementan Kelola Anggaran dengan Optimal

Kementan Kelola Anggaran dengan Optimal
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau lahan rawa lebak. Mentan menyebut lahan rawa lebak sebagai raksasa tidur yang akan digarap untuk ketahanan pangan. Foto: Humas Kementan

Dari sisi pembenahan infrastruktur pertanian juga jelas seperti bertambahnya jumlah irigasi.

"Kalaupun ada beberapa komoditas pertanian yang belum maksimal, bukan karena kebijakan pengelolaan anggaran terhadap komoditas itu serampangan. Namun, setiap kementerian punya kebijakan prioritas mana perlu nomor satu untuk ekonomi dan konsumsi publik," kata Nur Fahmi.

Nur Fahmi merasa sampai kini Mentan Andi Amran Sulaiman sukes menerapkan kebijakan clean ministry.

Dia menuturkan, telah menjadi informasi publik bahwa Amran Sulaiman komitmen menggandeng KPK untuk mengawasi kerja kementeriannya.

"Bahkan, dalam beberapa hal Amran Sulaiman memecat pegawainya yang baru diduga korupsi," ujar Nur Fahmi.

Sebagaimana diketahui, anggaran Kementan tahun 2018 mencapai Rp 23,82 triliun.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk program seperti target peningkatan produksi, penurunan angka kemiskan pedesaan, capaian ekspor dan lainnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik  (BPS) triwulan kedua 2018, sektor produksi pertanian bersama kehutanan dan perikanan menjadi penyumbang tertinggi PDB sebesar 9,93 persen.

Pengamat kebijakan publik Digipol Strategic Indonesia Nur Fahmi BP menilai Kementerian Pertanian (Kementan) sudah mengelola anggaran dengan optimal.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News