Kementan Kembali Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Jelang Iduladha Aman

Kementan Kembali Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Jelang Iduladha Aman
Kementerian Pertanian menggelar talk show Tani on Stage di halaman Masjid Baiturrahman Kaum, Kampung Seuseupan, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Dokumentasi Kementan

Direktur Kesehatan Masyarakat Veterinar Kementan Syamsul Ma'rif menambahkan setiap penyembelihan harus memperhatikan intruksi dan arahan dari petugas kesehatan hewan, termasuk pada saat daging kurban akan dibagikan.

"Jadi nanti yang menentukan hewan itu layak atau tidak ada dokter hewan. Namun yang penting kalau ditemukan si hewan sakit berat, saya sarankan agar jangan dipotong dulu. Ini untuk ketentraman batin si hewan," pesannya.

Syamsul berharap masyarakat yang mendapat daging kurban agar peka terhadap kebersihan.

Misalnya ketika dagang sampai di rumah, sebaiknya disimpan di lemari es sampai waktu 24 jam. Setelah itu dipindahkan ke freezer.

"Atau direbus sekalian dan jangan dicuci dulu. Kemudian begitu mendapatkan daging, ibu-ibu plastiknya jangan dibuang sembarangan, kalau bisa rendam dulu pakai deterjen atau disinfektan. Bukan berarti berbahaya karena virus ini tidak berbahaya," katanya.

Sekretaris Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI) Miftahul Huda menyampaikan sebaiknya penyembelihan kurban diselaraskan dengan hadis nabi, yakni ada beberapa sifat hewan yang tidak bisa disembelih.

"Pertama hewan yang matanya buta jelas tidak boleh dikurbankan. Kedua, hewan yang pincang juga tidak boleh dan hewan yang tidak bisa berjalan dan hewan yang sangat kurus juga tidak boleh. Nanti tinggal kita selaraskan saja dengan gejala PMK," pesannya.

Ketua DKM Masjid Baiturrahman KH Mumuh Mukoyin menyampaikan terima kasih atas perhatian Kementan terhadap kegiatan penyembelihan hewan kurban di Kecamatan Ciawi.

Kementan kembali memastikan ketersediaan hewan kurban jelang Iduladha aman. Simak penjelasan Kuntoro

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News