Kementan Perkuat Peran Penyuluh Swadaya dan Swasta di Perkebunan Kelapa Sawit

Kementan Perkuat Peran Penyuluh Swadaya dan Swasta di Perkebunan Kelapa Sawit
Lokakarya dan Rakernas Perhiptani 2021 yang berlangsung di ruang AWR Kementan, Rabu (24/11). Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kapasitas penyuluh swadaya maupun swasta melalui pendidikan dan pelatihan.

Salah satu upaya tersebut dengan diselenggarakan Lokakarya dan Rakernas Perhiptani 2021 yang berlangsung secara online dan offline di ruang AWR Kementan, Rabu (24/11).

Kegiatan yang mengangkat tema 'Sinergitas Perhiptani dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah dalam Penumbuhan dan Pengembangan Penyuluh Pertanian Swadaya dan Penyuluh Pertanian Swasta Berbasis Kelembagaan Ekonomi Petani di Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit' itu diikuti sekitar 400 partisipan dari berbagai daerah dan penyuluh yang ada di setiap provinsi.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menekankan penguatan harus dilakukan karena penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam pertanian.

"Karena penyuluh harus memastikan produksi pertanian tidak berhenti," ujar Mentan Syahrul.

Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi yang menjadi pembicara pada kegiatan tersebut menyampaikan penguatan kapasitas penyuluh swadaya dan swasta dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan, baik mengenai manajemen dasar, penyuluhan pertanian, kewirausahaan, maupun teknis.

Upaya lainnya dilakukan melalui seminar, lokakarya atau workshop, studi banding, temu teknis dan lapangan, magang, serta pameran.

Dedi juga menjelaskan penyuluh pertanian swadaya adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahanya atau masyarakat lain yang dengan kesadaran sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh pertanian swadaya.

Kementan menggelar lokakarya dan Rakernas Perhiptani 2021 sebagai upaya penguatan peran penyuluh pertanian di kawasan perkebunan kelapa sawit