Kementan: Perlu Sinergitas dalam Peningkatan Populasi Sapi

Kementan: Perlu Sinergitas dalam Peningkatan Populasi Sapi
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita saat menjadi Keynote Speaker Workshop Sinergitas Peningkatan Populasi sapi di Indonesia. Foto: Istimewa

Dia juga menyebutkan, distribusi daging kerbau ex-impor juga diprioritaskan hanya untuk daerah-daerah sentra konsumen dan dapat diedarkan ke daerah lain sepanjang tidak ada penolakan dari Pemerintah Daerah setempat, yang diharapkan tidak menganggu daging sapi lokal.

Saat ini industri sapi dan daging sapi masih lebih berkembang ke arah hilir, terutama ke bisnis penggemukan dan impor daging. Pemerintah berkeinginan untuk mendorong industri peternakan sapi dan kerbau lebih ke arah hulu, yaitu ke arah perbibitan dan pengembangbiakan.

Di hadapan para peserta yang sebagian besar adalah peternak dan assosiasi peternak, I Ketut mengatakan bahwa untuk mempercepat peningkatan populasi sapi dan kerbau, ada 2 program prioritas Kementerian Pertanian, yaitu melalui Program Upsus Siwab (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) dan penambahan indukan impor.

Lebih lanjut I Ketut menyampaikan, Upsus Siwab merupakan salah satu program pemerintah untuk optimalisasi reproduksi. Bentuk fasilitasi program ini adalah pemberian pelayanan gratis bagi peternak sapi berupa semen, pelayanan IB (Inseminasi Buatan), pemeriksaan kebuntingan dan pelayanan teknis lainnya.

"Melalui kegiatan Inseminasi Buatan (IB) penyebaran bibit unggul ternak sapi dapat dilakukan dengan murah, mudah dan cepat, serta diharapkan dapat meningkatkan pendapatan para peternak,” ujar Diarmita.

Selain itu, untuk mendukung Upsus Siwab juga ada kegiatan pendukung lainnya, yaitu:

1). memperkuat aspek perbenihan dan perbibitan untuk menghasilkan benih dan bibit unggul berkualitas dan tersertifikasi dengan penguatan tujuh (7) Unit PelaksanaTeknis (UPT) Perbibitan;

2). Pengembangan HPT (Hijauan Pakan Ternak);

Dalam pelaksanaan pembangunan peternakan dan kesehatan hewan, perlu adanya kontribusi dari semua pihak untuk mendukung pertumbuhan industri peternakan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News