Kementan Serahkan Bantuan Rp 1,5 Miliar untuk Dorong Urban Farmin Kota Solo

Kementan Serahkan Bantuan Rp 1,5 Miliar untuk Dorong Urban Farmin Kota Solo
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan Wali Kota Solo Gibran mendorong Pemkot Solo mengembangkan kualitas pangan lokal melalui pertanian urban farming.

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pertanian perkotaan atau urban farming.

Surakarta atau Kota Solo merupakan salah satu kota yang memiliki potensi besar untuk pengembangannya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mendorong Pemkot Solo mengembangkan kualitas pangan lokal melalui pertanian urban farming. Menurutnya, Solo adalah salah satu Kota barometer untuk meningkatan skala akselerasi ekonomi, sosial, dan pemerintahan di Indonesia.

"Oleh karena itu ukuran apapun yang ada di Kota Solo pasti selalu menjadi rujukan bagi daerah lain," katanya.

Sebagai informasi, Kementan menyerahkan bantuan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) untuk masyarakat Kota Solo, yakni berupa 1 unit green house, 5 unit cultivator dan 1 unit power thresher dengan nilai kurang lebih Rp 1,5 miliar.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming mengatakan bahwa Kota Solo selama ini sudah memiliki modal yang kuat terhadap pengembangan program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Kementan.

Oleh karena itu, Pemkot Solo akan terus mendukung upaya pengembangan urban farming.

"Kami punya konsep mengembangkan tanaman pangan dan rempah-rempah sebagai identitas Kota Solo. Karena itu program P2L Kementan akan kita terapkan secara merata dan berkelanjutan," ujar Gibran di teras pendopo utama, Jumat (30/7).

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pertanian perkotaan atau urban farming. Apalagi di masa pandemi mencukupi kebutuhan keluarga dari pekarangan rumah, sangat membantu ekonomi keluarga.