Kementan Sudah Bagus, Kemenkeu dan Kemendag Jangan Loyo

Kementan Sudah Bagus, Kemenkeu dan Kemendag Jangan Loyo
Panen melimpah. Foto: Humas Kementan

Dia juga mendorong Kementerian Keuangan memberikan bantuan berupa subsidi pupuk kepada petani, agar mampu menjaga produksi berasnya.

"Yang rawan-rawannya masalah pangan beras ini di Agustus sampai Desember. Karena kenapa? Kami lihat sekarang pasokan benih, pasokan pupuk, inikan agak terganggu, karena selama ini untuk padi selalu disubsidi oleh negara. Ini kan dana subsidi pertanian lari ke kesehatan, ya, itu yang agak kami khawatirkan sekrang," jelas dia.

Dosen Departemen Ekonomi Sumber Daya dan Lingkungan di Institut Pertanian Bogor ini melihat, Kementerian Keuangan sudah menyunat anggaran subsidi bibit dan pupuk kepada petani.

Selain itu, anggaran di Kementerian Pertanian pun juga banyak dipotong. Dua kebijakan ini, menurut dia, bisa menurunkan kinerja Kementan di hulu.

"Padahalkan pada saat Covid ini, kami harus siap dengan globalisasi pangan. Negara lain yang punya pangan enggak mau kirim ke kita, kita enggak bisa impor," jelas dia. 

Dia juga mengapresiasi kinerja Kementan yang mampu mempertahankan pertumbuhan ekspor sejumlah komoditas pangan.

Sejauh ini, hanya dua lembaga negara yang mampu tumbuh positif di tengah pandemi, yaitu Telkom dan Kementan.

Untuk ekspor Januari-April 2020, sejumlah komoditas pertanian masih berjalan 12,6 persen.

Kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) di tengah pandemi Covid-19 pada kuartal pertama 2020, Januari sampai Maret, dinilai sudah bagus.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News