Kementerian Pertanian Sigap Atasi Kekeringan

Kementerian Pertanian Sigap Atasi Kekeringan
Sawah kekeringan dan gagal panen. Foto: JPG/Pojokpitu

"Secara umum permasalahan kekeringan yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang sedikit dan kondisi penggelontoran debit air dari bendung/bendungan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh aktivitas pemeliharaan bendung dan saluran irigasi serta penggunaan bendung untuk kepentingan lain," kata Pending, Jumat (31/8).

Dia menambahkan, pada tingkat pengaturan debit air, penyusunan rencana pengalokasian air dilaksanakan masih berdasarkan asas pemerataan per bangunan, belum fokus pada upaya penyelamatan tanaman yang kondisinya menjelang puso.

Pada sebagian titik, infrastruktur bangunan air kondisinya sudah rusak. Serta sedimentasi tinggi pada saluran pembawa (irigasi).

"Belum sepenuhnya sinergi diantara instansi terkait dalam upaya menangani kekeringan" ujar Pending.

Direktur Irigasi Pertanian Rahmanto menjelaskan, bahwa Ditjen PSP sudah membentuk posko penanganan kekeringan dan menurunkan tim khusus pada beberapa wilayah yang terkena kekeringan antara lain di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kabupaten Tuban dan Kabupaten Boyolali.

"Apabila terjadi kekeringan pada tanaman dapat menghubungi No HP 08128498158", ujar Rahmanto.

Di Kabupaten Indramayu, terangnya, melalui kegiatan sinergitas antarinstansi terkait dan pengawalan gilir giring, serta pompanisasi irigasi, dapat menyelamatkan lahan sawah yang terancam kekeringan seluas 1.329 hektare di Kecamatan Losarang, sementara di Kecamatan Kandanghaur terselamatkan lahan sawah seluas 445 hektare. (jpnn)


Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan upaya-upaya peningkatan produksi padi di seluruh wilayah Indonesia.


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News