Kenang Peristiwa Heroik, KSAL Sebut-sebut Soal Kerelaan Berkorban

Kenang Peristiwa Heroik, KSAL Sebut-sebut Soal Kerelaan Berkorban
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat memimpin Upacara Militer Peringatan ke-74 Hari Bakti TNI Angkatan Udara di Gedung Dewanto Mabesau, Cilangkap, Kamis (29/7/2021). (ANTARA/HO-Dispenau)

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo memimpin upacara militer Peringatan ke-74 Hari Bakti TNI Angkatan Udara di Gedung Dewanto Mabes AU, Cilangkap, Jakarta, Kamis (29/7).

Dalam paparannya Marsekal Fadjar mengingatkan para prajurit esensi dari peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara.

Yaitu, kerelaan untuk berkorban, kesediaan untuk menjadi teladan, sekaligus pelopor dalam meringankan beban dan kesulitan rakyat.

"Inilah makna sesungguhnya dari Hari Bakti TNI Angkatan Udara," ujar KSAU.

Marsekal Fadjar kemudian mengajak seluruh prajurit dan PNS TNI Angkatan Udara mengenang kembali peristiwa heroik yang terjadi pada 29 Juli 1947 silam.

"Sebagai insan dirgantara, sangat penting untuk terus mengenang peristiwa heroik ini, khususnya untuk senantiasa menumbuhkan semangat pengabdian para generasi penerus," ujar mantan Pangkogabwilhan II ini dalam siaran persnya.

Marsekal Fadjar lebih lanjut mengatakan bahwa kebutuhan akan pengabdian TNI AU menjadi makin tinggi dengan adanya wabah virus corona COVID-19 yang masih melanda Tanah Air.

Pandemi telah mengakibatkan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan bangsa Indonesia.

KSAL menyebut soal kerelaan berkorban saat mengenang peristiwa heroik 29 Juli 1947 lalu.

Sumber ANTARA