Kenikmatan Para TKI Bekerja di Masjidilharam

Gaji Dikirim Semua, Hidup dengan Ceperan

Kenikmatan Para TKI Bekerja di Masjidilharam
Kenikmatan Para TKI Bekerja di Masjidilharam
Sekitar dua ratus pekerja asal Indonesia bekerja di Masjidilharam, Makkah. Gajinya memang terbatas. Tapi, banyak alasan yang membuat mereka betah mencari nafkah di sana. Apa saja? Berikut laporan wartawan Jawa Pos RIO F. RACHMAN yang baru berkunjung ke sana.


================

 

DENGAN tangkas Anjang mengelap salah satu rak Alquran di lantai dua Masjidilharam. Siang awal pekan lalu itu, dia tak sendiri. Beberapa temannya yang lain yang sama-sama berseragam hijau melakukan kegiatan serupa. Ada yang mengelap lantai, tiang, serta tembok.

Sesekali Anjang menghentikan aktivitas saat ada jamaah yang bertanya kepada dirinya. Biasanya tentang letak toilet atau tangga terdekat.

Anjang merupakan salah seorang di antara sekitar dua ratus pekerja asal Indonesia yang bekerja di masjid tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagian kecil di antaranya perempuan.

Sekitar dua ratus pekerja asal Indonesia bekerja di Masjidilharam, Makkah. Gajinya memang terbatas. Tapi, banyak alasan yang membuat mereka betah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News