Kepada Presiden Jokowi, Dewan Adat Dayak Sampaikan 3 Hal Penting

Kepada Presiden Jokowi, Dewan Adat Dayak Sampaikan 3 Hal Penting
Sejumlah tokoh adat di Kabupaten Penajam Paser Utara saat melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi (paling kanan) di Titik Nol IKN Nusantara, Kaltim, Senin, (14/3). Foto: ANTARA/HO-DAD Kabupaten PPU

jpnn.com, PENAJAM - Dewan Adat Dayak Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim mengusulkan memperoleh redistribusi tanah objek reforma agraria.

Usulan itu disampaikan Dewan Adat Dayak saat bertemu Presiden Joko Widodo di lokasi kemah pada kawasan Titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

"Kami kemarin sempat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di Titik Nol IKN Nusantara. Ada tiga hal penting yang saya sampaikan kepada pak presiden kemarin," ujar Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten PPU Helena Samuel Legi di Penajam, Selasa.

Tiga hal tersebut ialah terkait pembangunan infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia (SDM) lokal yang harus diperhatikan, kemudian mengusulkan agar warga Dayak di Kabupaten PPU memperoleh redistribusi tanah objek reforma agraria.

Selama ini, lanjutnya, warga Dayak tidak memperoleh jatah redistribusi tanah objek reforma agraria, sehingga mereka terpaksa menduduki lahan yang digunakan untuk lahan pertanian dan perkebunan, serta ke depan dijadikan Kampung Budaya Dayak.

"Kami terpaksa menduduki lahan karena selama ini tidak memperoleh jatah redistribusi tanah objek reforma agraria. Ada dua lokasi yang kami duduki, yakni di Kelurahan Pantai Lango, Kecamatan Penajam dan di kawasan Bukit Tengkorak, Desa Suko Mulyo, Kecamatan Sepaku," ujar Helena.

Menanggapi hal itu, lanjut dia, presiden langsung merespons dan menanyakan berapa jumlah kepala keluarga (KK) yang menduduki dua kawasan tersebut, bahkan presiden juga meminta DAD Kabupaten PPU secepatnya membuat permohonan secara tertulis.

"Saya sampaikan kepada Pak Jokowi bahwa yang menduduki lahan di Pantai Lango ada 150 KK, kemudian yang di Desa Suko Mulyo ada sekitar 200 KK. Besok permohonan secara tertulis saya sampaikan," ujar Helena.

Dewan Adat Dayak Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim sempat bertemu dengan Presiden Jokowi di kawasan Titik Nol IKN Nusantara.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News