JPNN.com

Kepala Bea Cukai Batam Dukung BLE Jadi Percontohan Nasional

Senin, 14 September 2020 – 19:11 WIB
Kepala Bea Cukai Batam Dukung BLE Jadi Percontohan Nasional - JPNN.com
Kunjungan tim Bea Cukai dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ke Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Kabil untuk meninjau kesiapan di lapangan. Foto: Bea Cukai

jpnn.com, BATAM - Jelang implementasi Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang merupakan bagian dari National Logistic Ecosytem (NLE), Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi adakan kunjungan ke Pelabuhan Batu Ampar dan Pelabuhan Kabil untuk meninjau kesiapan di lapangan pada Kamis (10/9) lalu.

Penasihat Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Bidang Pertahanan dan Keamanan Maritim Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Marsetio, menyatakan bahwa pelabuhan menjadi perhatian karena pelabuhan adalah salah satu unsur penting dalam penerapan BLE.

“Batam Logistic Ecosystem akan efektif apabila pelabuhan memiliki sarana dan prasarana yang baik dan up to date, karena hal tersebut berhubungan dengan kelancaran arus barang yang masuk ataupun keluar dari dan ke Batam,” ungkap Marsetio, didampingi oleh Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai Agus Sudarmadi, dan Kepala Kantor Bea Cukai Batam Susila Brata. 

BLE yang merupakan bagian dari NLE ini adalah salah satu dari upaya nyata pemerintah dalam mendorong program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian.

NLE sendiri merupakan sebuah platform untuk mempertemukan komunitas logistik di sektor permintaan yang kini sudah ada di CEISA yaitu importir/eksportir dengan komunitas logistik di sektor supply yaitu penyedia jasa logistik.

Platform ini memfasilitasi importir dan eksportir dapat melihat dan memilih harga dan kualitas atas ketersediaan truck, vessel, dan warehouse dalam satu aplikasi.

Marsetio juga menyampaikan bahwa kawasan Batam melalui BLE akan menjadi menjadi percontohan penataan logistik di Indonesia yang berbasis green and smart port.

Dia menambahkan, penataan logistik dan mewujudkan green and smart port dibutuhkan teknologi informasi yang memadai, dan menurutnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai patut diapresiasi karena dapat menginisiasi adanya BLE yang juga bagian dari NLE.

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...