JPNN.com

Kerajinan Tangan Indonesia Semakin Diminati

Rabu, 11 September 2019 – 23:10 WIB Kerajinan Tangan Indonesia Semakin Diminati - JPNN.com
Koleksi Datie Handicraft. Foto: Dok. Pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Kerajinan tangan yang memadukan kebudayaan Indonesia semakin diminati pasar dunia. Hal itu pula yang membuat Ir. Kirono Arundhatie tetap setia menggeluti bidang tersebut selama puluhan tahun di bawah bendera Datie Handicraft.

Datie Handicraft bergerak di bidang produk pembuatan barang-barang seni etnik, produk dekoratif yang bersifat artwork dengan teknik yang khas. Di antaranya teknik aplikasi, machine traponto, quilting dan patchwork.

"Saya mulai handicraft itu sejak tahun 1978, berawal dari hobi. Saya juga pegawai di Pemda DKI yang mencari tambahan. Saya suka etnik, jahit baju, bikin tas, semua saya kerjain sendiri, karena dulu saya belum pakai (materi) kayu," kata Datie.

Menurut Kirono, produk hasil karyanya punya ciri khas berbeda karenan selalu mengikuti tren. Dia pun memasikan tidak ada desain yang sama untuk satu jenis produksi.

“Saya kalau buat handicraft itu sedikit. Misalnya tas yang bahannya pakai kayu rotan hanya bikin 6, karena proses pengerjaannya lama ya," ujarnya.

Selain memproduksi aksesori, Datie juga membuat pajangan wayang kayu bertema DKI Jakarta, pajangan kain batik menggunakan serat-serat dari ilalang untuk pengaitnya, hingga wall hanging miniatur pakaian peranakan.

"Banyak juga handicraft yang saya bikin selain tas atau clutch, juga pajangan-pajangan karena saya kan sering ikut pameran di dalam dan luar negeri. Kalau di luar negeri itu lebih menyukai kreatifitas produk dibanding baju-baju. Kayak tutup botol misalnya saya buat ada tangan dan kaki di luar negeri banyak yang suka," ujar Datie.

Dia pun berharap industri kriya di Indonesia dalam ekonomi digital dapat berkembang dengan menggali kreatifitas dari setiap daerah masing-masing. "Ini mendekati ICRA Exhibition 2019 tanggal 2 sampai 6 Oktober di JCC saya akan bawa produk-produk yang beda dan pastinya lebih kreatif lagi," pungkasnya. (mg7/jpnn)

SPONSORED CONTENT

loading...
loading...