Keterlaluan

Keterlaluan
Penumpang beristirahat di lincak/amben di Bandara Chiang Mai. Foto: Disway

Saya tidak tahu. Apakah Lion serius. Dalam usaha membuat jadwalnya lebih tepat. Yang selama ini dikenal sebagai keterlaluan: kegemaran telatnya.

Saya coba penerbangan murah ke Thailand sekarang ini. Untuk membandingkan tarif baru Indonesia. Dari Singapura ke Chiang Mai saya naik pesawat Scoot.

 Dua jam penerbangan. Lebih dikit. Belinya agak mendadak. Harganya Rp 1.450.000.

Saat menulis naskah ini saya lagi di bandara Chiang Mai. Jam 17.00 kemarin. Akan terbang ke Udon Thani. Dekat perbatasan Thailand-Laos.

Saya naik pesawat Nok. Artinya 'burung'. Atau dalam bahasa Filipina disebut 'manok'. Dalam bahasa Jawa 'manuk'.

Penerbangan Nok ini sejauh satu jam sepuluh menit. Mirip Surabaya-Jakarta. Membelinya lima jam sebelum keputusan ke Udon Thani. Harganya: Rp 800.000.

Dua kemungkinan yang akan terjadi. Setelah harga tiket di Indonesia tidak keterlaluan lagi: jumlah penumpang turun, lalu harga tiket diturunkan lagi.

Kemungkinan lain: penumpang sudah terbiasa dengan tarif baru. Jumlah penumpang naik lagi.

Saya sering baca iklan menyenangkan. Di tengah-tengah berita di luar negeri. Tentang Indonesia.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News