Ketiadaan Pos Menko Kesra Menuai Kritik

Ketiadaan Pos Menko Kesra Menuai Kritik
Jokowi-JK. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik 34 menteri untuk Kabinet Kerja. Ketiadaan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) di dalam kabinet, memicu kritik dari Direktur Ekekutif The President Center, Didied Mahaswara.

"Perlu dipertanyakan kepada Jokowi-JK apakah memang sengaja ingin menghilangkan upaya mensejahterakan rakyat. Atau hanya untuk menghindari adanya tuntutan masyarakat luas, apabila dalam masa lima tahun pemerintahannya tidak mampu mencapai target untuk mewujudkan kesejahterakan terhadap rakyat miskin, dan hal ini apa akan dinyatakan bahwa Jokowi tidak melaksanakan amanat Pasal 34 UUD 45?" ujar Didied dalam rilisnya, Rabu (29/10).

Demikian juga halnya dengan tidak dibentuknya Kementerian Kependudukan dan BKKBN. Pertanyaan Didied, apakah Jokowi-JK telah melakukan pembiaran terhadap meledaknya jumlah penduduk yang bisa mencapai 500 juta, sehingga pada waktu 5 sampai 10 tahun ke depan akan memberikan dampak terhadap kemiskinan dan pengangguran yang tidak terkira?

"Di masa pemerintahan Soeharto saja pengendalian jumlah penduduk termasuk sebagai prioritas utama," ujarnya.

Begitu juga tidak direalisasikannya Kementerian Ekonomi Kreatif, seperti yang pernah dinyatakan Jokowi saat debat capres bahwa apabila dirinya menjadi presiden akan lebih mengutamakan pengembangan terhadap ekonomi kreatif sehingga Prabowo memberikan apresiasi dan salut dengan menjabat tangan Jokowi.

"Apakah Presiden Jokowi tidak menyadari bahwa apabila ekonomi kreatif tersebut tidak ditetapkan dalam salah satu pos kementerian akan dinyatakan telah melakukan pembohongan publik," pungkasnya. (fas/jpnn)


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik 34 menteri untuk Kabinet Kerja. Ketiadaan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News