Ketika Anak Kampung Eks Dolly Belajar Bahasa Inggris

Ketika Anak Kampung Eks Dolly Belajar Bahasa Inggris
Anak-anak penuh sukacita belajar berbahasa Inggris di Unitomo. FOTO : Jawa Pos

jpnn.com, SURABAYA - Suasana ruangan tempat puluhan anak dari kampung eks Dolly, belajar bahasa Inggris di Universitas dr Soetomo (Unitomo) terasa meriah. Penuh sukacita mereka bernyanyi lagu-lagu berbahasa Inggris diiringi gitar akustik.

Ya, anak-anak kawasan kampung eks Dolly tersebut merasakan belajar dengan suasana berbeda. Biasanya, kegiatan itu berlangsung di emperan rumah warga. Kini mereka diundang langsung oleh Unitomo Language and Culture Center (ULCC) ke kampus Unitomo. 

Sekretaris ULCC Victor Tobing mengatakan, anak-anak terdampak lingkungan eks Dolly tersebut memiliki semangat besar untuk bisa berbicara bahasa Inggris. Kali ini, ULCC bekerja sama dengan Dolly English Club mengajak mereka untuk belajar di kampus. Selain itu, anak-anak bisa mengenal lingkungan kampus. ''Harapan kami, mereka bisa terbuka wawasannya dalam belajar hingga ke perguruan tinggi,'' katanya. 

Program mengajari anak-anak yang tinggal di lingkungan eks Dolly tersebut berjalan sekitar setahun. Biasanya, tim ULCC datang ke kampung eks Dolly. Anak TK hingga orang tua menjadi peserta didik. ''Awalnya hanya permintaan warga. Lama-lama kami ingin menggeser kampung tersebut yang dulu sebagai wisata malam menjadi wisata edukasi,'' ujarnya. 

Founder Dolly English Club Wahyu Cahyono menyatakan, kerja sama dengan ULCC dapat meningkatkan intensitas belajar. Dengan begitu, kemampuan berbahasa Inggris anak-anak di lingkungan kampung eks Dolly semakin baik. ''Kami saat ini punya 11 ruang kelas yang sederhana. Muridnya lebih dari 500 anak. Termasuk siswa di luar dari kampung eks Dolly,'' ujarnya. (ayu/c19/dio) 

Program mengajari anak-anak yang tinggal di lingkungan eks Dolly tersebut berjalan sekitar setahun


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News