Ketika Fashion Tak Sekadar Busana

Ketika Fashion Tak Sekadar Busana
Beberapa busana karya desainer muda dalam ajang SYDS 2017. FOTO : JPNN

jpnn.com, SURABAYA - Untuk kali keempat, Ciputra World Surabaya (CWS) mengadakan Surabaya Young Designer Spectacles (SYDS). Mengambil tema Deconstructivism, ajang rutin itu mempertemukan bakat-bakat muda di bidang desain busana.

”Tema ini dipilih karena adanya teori deconstruction. Kami ingin mengangkat nilai fashion tak sekadar busana, tetapi juga karya seni,” jelas event coordinator CWS Stephana Fevriera. 

Puluhan desainer muda terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Mereka merupakan perwakilan dari Universitas Ciputra, Arva School of Fashion, Universitas Kristen Petra, dan Chenny Han Beauty School.

Selain pameran karya desain, pengunjung dan para desainer muda juga mengikuti berbagai kompetisi berhadiah total puluhan jutaan rupiah juga workshop serta seminar. Di antaranya Workshop Airbrush Make up with Chenny Han, Make up on a Paper Competition, drama musikal Arjuna Mencari Cinta, dan Sejuta Bintang Show pada 19 April. Juga Self Make Up Competition pada 23 April. 

Dalam acara tersebut, juga akan dipamerkan kompetisi tahunan Junior Fashion Designer Competition (JFDC) 2017. Mereka juga akan mempresentasikan ilustrasi desain dan realisasi karya dalam pergelaran fashion di 22 April. (JPNN/pda)


Untuk kali keempat, Ciputra World Surabaya (CWS) mengadakan Surabaya Young Designer Spectacles (SYDS). Mengambil tema Deconstructivism, ajang rutin


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News