Ketua DPD RI Minta Masyarakat Mewaspadai Modus Penipuan Donor Plasma Konvalesen

Ketua DPD RI Minta Masyarakat Mewaspadai Modus Penipuan Donor Plasma Konvalesen
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Foto: Humas DPD RI

Tak sedikit masyarakat yang setuju dan mengeluarkan uang untuk bisa mendapatkan donor plasma bagi keluarganya.

LaNyalla mengecam pihak-pihak yang menjadikan kebutuhan plasma konvalesen sebagai ajang bisnis.

“Mendonorkan darah itu merupakan misi kemanusiaan, yang seharusnya dilakukan tanpa ada transaksi keuangan. Saya juga tidak habis pikir kenapa masih ada yang tega memanfaatkan kondisi sulit seperti sekarang untuk dijadikan modus penipuan. Kejahatan para penipu itu berlipat-lipat,” ucap Senator asal Jawa Timur tersebut.

Selain modus penipuan melalui telepon, terdapat juga laporan soal beredarnya pesan berisi brosur yang menawarkan plasma konvalesen dengan harga yang fantastis. Satu kantong plasma darah, ditawarkan ditawarkan seharga Rp 20 juta.

“Polisi harus cepat mengusut penipuan yang merugikan masyarakat ini. Termasuk juga harus segera ditemukan oknum-oknum atau jaringan yang menjadikan kebutuhan plasma konvalesen sebagai lahan bisnis. Kejahatan yang melukai rasa kemanusiaan tidak bisa dibiarkan. Dalam kondisi ini, patroli cyber sangat dibutuhkan agar tidak lagi ada korban penipuan. Masyarakat juga harus aktif melapor ke polisi bila menemui modus penipuan seperti ini,” ucap LaNyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ada pihak yang hendak membantu mendonorkan plasma darah dengan meminta bayaran. LaNyalla meminta masyarakat tidak langsung berhubungan dengan calon pendonor.

“Jika memang mungkin ada yang hendak membantu, minta rumah sakit atau UDD PMI untuk memfasilitasi. Jadi pendonor berhubungannya dengan pihak RS atau PMI. Sebisa mungkin cari pendonor plasma konvalesen lewat UDD PMI di daerah masing-masing,” imbaunya.

LaNyalla pun berpesan kepada masyarakat penyintas Covid untuk mendonorkan plasma konvalesen-nya melalui rumah sakit atau UDD PMI.

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti memberi perhatian terhadap maraknya modus penipuan donor plasma konvalesen untuk pasien Covid-19.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News