Ketua MUI Usul Gelar Silaturahmi Nasional untuk Tokoh Politik Usai Pemilu 2024

Ketua MUI Usul Gelar Silaturahmi Nasional untuk Tokoh Politik Usai Pemilu 2024
Arsip Foto - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh usai menyampaikan hasil fatwa MUI, di Jakarta, Jumat (10/11/2023). ANTARA/Erlangga Bregas Prakoso/am.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia(MUI) Bidang Fatwa Prof KH Asrorun Niam Sholeh mengusulkan digelarnya agenda silaturahmi nasional seluruh tokoh politik seusai Pemilu 2024.

Hal itu sekaligus bertepatan dengan momentum bulan puasa yang damai.

"Silaturahmi seluruh elemen untuk merajut kembali kebersamaan guna membangun bangsa secara bersama dengan semangat persatuan," ujar Asrorun di Jakarta, Selasa(12/3).

Asrorun mengatakan di bulan puasa seperti sekarang ini seluruh pihak tanpa kecuali harus terus menjaga kondusivitas. Caranya dengan berperilaku jujur, disiplin, dan menjaga lisan.

"Perlu menjaga kondusivitas saat Ramadan ini dengan perilaku jujur, disiplin dan kemampuan menjaga lisan," ujarnya.

Guru Besar UIN Jakarta ini juga mengatakan puasa mengajarkan semua orang untuk mampu mengendalikan diri dari ucapan kotor, saling curiga dan penyebaran hoaks serta ujaran kebencian.

Dia mengatakan momen puasa juga mengajarkan kejujuran dan kedisiplinan, serta haram melakukan tindak penipuan.

Sebelumnya, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menyebut selama Ramadan jangan ada rasa permusuhan, saling menggunjing dan bicara kotor.

Silaturahmi seluruh elemen setelah Pemilu 2024 penting untuk merajut kembali kebersamaan masyarakat maupun elitr politik tanah air.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News