Keuangan BPJS Kesehatan Sangat Sehat, Iuran belum Perlu Dinaikkan

Keuangan BPJS Kesehatan Sangat Sehat, Iuran belum Perlu Dinaikkan
Dirut BPJS Kesehatan Ghufron Mukti (tengah) didampingi Ketua Dewas BPJS Kesehatan Abdul Kadir (kanan) dan Wakil Ketua DJSN Muttaqien (kiri) menyampaikan paparan saat Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun Buku 2022 di Jakarta, Selasa (18/7/2023). BPJS Kesehatan menggelontorkan dana sekitar Rp 113,47 triliun untuk pembayaran dana klaim pelayanan kesehatan peserta JKN sebanyak 248.771.083 jiwa sepanjang 2022. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.

Sampai 2022, ada 248,77 juta warga yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN atau 90,34 persen dari jumlah total penduduk Indonesia 2022. Jumlah itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni 235,72 orang.

Hingga 1 Juli 2023, jumlah itu masih meningkat, yakni menjadi 258,32 juta orang.

"Sehingga, seiring dengan itu, program JKN ini masih akan terus meningkat," kata Muttaqien.

Dia pun menyarankan perihal JKN diajarkan kepada masyarakat sejak dini.

"Kami mendorong pemahaman itu diajarkan misalnya di bangku SD, SMP, SMA. Ini penting supaya mereka tidak lagi baru mengetahui soal JKN ketika dewasa, sudah bekerja," ujar Muttaqien. (antara/jpnn)

Anggota DJSN Muttaqien mengatakan keuangan BPJS Kesehatan sangat sehat. Karena itu, iuran BPJS Kesehatan belum perlu dinaikkan.


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News