Khatib Bilang Israel Telah Menempatkan Bahan Kimia Berbahaya di Masjid Al Aqsa

Khatib Bilang Israel Telah Menempatkan Bahan Kimia Berbahaya di Masjid Al Aqsa
Kamal Al-Khatib. Foto: Matanya Tausig/Flash 90

jpnn.com, YERUSALEM - Seorang tokoh pergerakan anti-Israel, Kamal Al Khatib menuduh pemerintah Israel telah menempatkan bahan kimia berbahaya di Masjid Al Aqsa, selama penutupan beberapa hari kemarin.

Kepada surat kabar Al Risala, Minggu (30/7), Khatib yang merupakan wakil pimpinan Gerakan Islam, organisasi yang dikenal frontal berlawanan dengan Israel, menuding aparat Israel telah mengotori dan menempatkan bahan-bahan kimia di dinding Masjid Al Aqsa, Yerusalem, saat hari-hari kawasan Al Aqsa ditutup untuk para calon jemaah yang akan beribadah.

"Pendudukan (penutupan) itu bertujuan untuk mengklaim Al Aqsa. Siang dan malam mereka melakukannya. Ada kemungkinan jeda masuk ke masjid dan saat hari-hari pertama bentrokan adalah waktu yang tepat mereka melakukan," kata Khatib, seperti dikutip juga oleh Israel National News.

Khatib yang saat ini dicekal Israel bepergian ke luar negeri itu meminta dibentuknya komite teknis khusus untuk melakukan inspeksi terhadap seluruh area Masjid Al Aqsa. "Israel harus bertanggung jawab penuh atas semua kerusakan di Masjid Al Aqsa dan sekitarnya," ujarnya.

Khatib adalah wakil dari Ketua Gerakan Islam, Raed Salah yang saat ini sedang menjalani hukuman penjara karena hasutan. Seperti Salah, Khatib kini menjadi tersangka pidana sejumlah kasus kekerasan terhadap orang Yahudi.

Juga seperti Salah, Khatib sudah tidak asing dengan gerakan-gerakan anti-Israel. Tak lama setelah Salah dipenjara, Khatib mendesak umat muslim melakukan serangan terhadap Israel. (adk/jpnn)


Seorang tokoh pergerakan anti-Israel, Kamal Al Khatib menuduh pemerintah Israel telah menempatkan bahan kimia berbahaya di Masjid Al Aqsa, selama


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News