Khawatir Beras Plastik Beredar di Batam, BPOM Uji Sampling

Khawatir Beras Plastik Beredar di Batam, BPOM Uji Sampling
Hasil masakan beras yang diduga berbahan baku plastik yang berwarna putih bersih dan menggumpal setelah menjadi nasi. Bila dipegang, terasa lembek tapi kenyal. Foto: Ariesant/Radar Bekasi/JPNN

jpnn.com - BATAM - Heboh beras sintetis yang bermula dari Bekasi, yang dikenal dengan sebutan beras plastik, membuat warga-warga di daerah juga resah, tidak terkecuali warga Batam.

Namun, Kepala Kantor Karantina Pertanian Kelas I Batam, Arinaung Siregar mengatakan hingga kini pihaknya tidak menemukan adanya beras sintetis yang masuk ke Batam.

"Hingga saat ini belum ada dan gak ada," ujarnya dengan tegas saat dihubungi Batam Pos (Grup JPNN), kemarin.

Meski begitu, ia mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat. Sehingga beras palsu yang menyebabkan kanker tersebut, tidak dapat masuk ke Batam. "Kami akan meningkatkan pengawasan," ucapnya.

Sementara itu Kepala BPOM Kepri, Setia Murni menjelaskan sebenarnya pihaknya hanya melakukan penangnan pada pangan olahan saja. Sebab sesuai peraturan, pangan segar seperti beras yang berhak melakukan penanganan adalah Dinas Pertanian.

Namun karena adanya fungsi pengawasan, maka BPOM bekerja sama dengan Polda Kepri dan instnasi terkait untuk melakukan uji sampling terhadap beras yang beredar di Batam.

"Kami lakukan ujia sampling tadi pagi, dan kemungkinan hasilnya keluar satu minggu lagi," ujarnya.

Uji sampling ini dilakukan untuk, melihat apakah ada beras sintesis masuk ke Batam atau tidak. Sebab desas desus yang beredar, cukup membuat masyarakat menjadi resah.

BATAM - Heboh beras sintetis yang bermula dari Bekasi, yang dikenal dengan sebutan beras plastik, membuat warga-warga di daerah juga resah, tidak

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News