Kiat dari Menkes Budi untuk Mencegah Penyakit Osteoporosis

Kiat dari Menkes Budi untuk Mencegah Penyakit Osteoporosis
Menkes Budi Gunadi memberikan kiat mencegah osteoporosis di acara HON 2022. Foto: Dok Kalbe

jpnn.com, JAKARTA - Kesadaran risiko osteoporosis di Indonesia masih cukup rendah, padahal studi menunjukkan prevalensi osteoporosis dan osteopenia global mencapai 19,7 persen.

Data yang sama juga menyebutkan angkanya lebih tinggi di negara berkembang dibandingkan negara maju1.

Peringatan Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2022 yang digelar Entrasol dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) pada (25/12) mengingatkan kembali bahwa osteoporosis adalah silent disease.

Masyarakat bersama mendapat edukasi mengenai pentingnya sinergi kesehatan antara otot, tulang, dan jantung dengan melakukan gerakan 30 Minutes Everyday serta pemeriksaan kepadatan tulang dan massa otot guna mendeteksi dini risiko osteoporosis.

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk rajin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat, agar tulang tidak keropos saat memasuki masa lansia dan mengalami osteoporosis.

"Lansia harus mengonsumsi nutrisi yang mengandung kalsium tinggi. Ketika indikator merah, maka lansia harus segera mendapatkan treatment khusus untuk meningkatkan kalsium. Ayo, mari kita rajin berolahraga dan beraktivitas di luar ruangan, terutama di bawah pukul sembilan pagi agar mendapat sinar matahari," ungkap Menkes Budi dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Rabu (28/12).

Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Ahli Ilmu Faal Olahraga Klinis, dr. Putri Sakti, M.Gizi, SpGK, AIFO-K yang menjelaskan beberapa cara mencegah osteoporosis, dimulai dengan mengelola pola makan yang tepat.

“Penyakit osteoporosis bisa kita cegah dengan mengonsumsi jumlah kalsium sesuai takaran asupan harian yang tepat. Selanjutnya, cukupi asupan vitamin D dari berbagai sumber misalnya dari makanan atau minuman, paparan sinar matahari, bisa juga dilengkapi dengan suplemen pendukung," ungkap dr. Putri.

Kesadaran risiko osteoporosis di Indonesia masih cukup rendah, padahal studi menunjukkan prevalensi osteoporosis dan osteopenia global mencapai 19,7 persen.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News